Ada Demo Mahasiswa, Polda Metro Imbau Pengendara Hindari Bundaran HI

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Titik perkiraan kepadatan arus lalu lintas saat demo mahasiswa di Bundaran HI, Jumat (12/6). Dok. Instagram/@tmcpoldametro
zoom-in-whitePerbesar
Titik perkiraan kepadatan arus lalu lintas saat demo mahasiswa di Bundaran HI, Jumat (12/6). Dok. Instagram/@tmcpoldametro

Arus lalu lintas di sekitar Bundaran HI, Jakarta Pusat, diperkirakan akan terjadi kemacetan pada Jumat (12/6). Hal itu dikarenakan akan ada demo dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) dan organisasi mahasiswa lainnya.

Ditlantas Polda Metro Jaya lewat akun Instagram TMC Polda Metro mengimbau pengendara untuk menghindari kawasan tersebut agar tidak terjebak kemacetan.

"Diperkirakan akan terjadi kepadatan arus lalu lintas di ruas jalan sekitar Jl. Sudirman - Thamrin. Bagi para pengendara, diimbau untuk menghindari ruas jalan di sekitar kawasan ini atau mencari rute alternatif," demikian keterangan TMC Polda Metro, Jumat (12/6).

Pengendara tetap diminta mengikuti arahan petugas di lapangan. Selain itu juga tetap mengutamakan keselamatan selama di perjalanan.

"Utamakan keselamatan dalam berkendara, selalu ikuti petunjuk serta arahan petugas di lapangan demi keamanan dan kelancaran kita bersama, serta patuhi aturan yang berlaku," tambah keterangan itu.

instagram embed

Demo Mahasiswa

Selain BEM UI, aksi tersebut rencananya juga akan melibatkan organisasi kampus lainnya, di antaranya BEM KM IPB, BEM Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), BEM Universitas Pancasila, Aliansi BEM Gunadarma, FMN Pusat, FMN UI, Pembebasan, dan Semar UI.

Ketua BEM UI 2026, Yatalathof Ma'shum Imawan atau Athof, mengatakan aksi tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.

Dalam rilis yang diterima kumparan, BEM UI menilai kondisi ekonomi yang disebut tumbuh oleh pemerintah tidak dirasakan secara nyata oleh masyarakat. BEM UI bersama massa aksi lainnya mengajukan lima tuntutan, yaitu:

  • Pertama, menghentikan pemborosan APBN

  • Kedua, menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM)

  • Ketiga, menghentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih

  • Keempat, menghentikan militerisme di ranah sipil

  • Kelima, meminta Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah dan berhenti mengelak dari berbagai persoalan yang terjadi.

BEM UI juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas potensi kemacetan dan gangguan aktivitas di sekitar Bundaran HI selama aksi berlangsung.

"Teruntuk warga di Jakarta utamanya di sekitaran Bundaran HI, kami ingin memohon maaf atas kemacetan dan ketidaknyamanan yang akan terjadi esok hari. Namun, kami ingin memberi pesan bahwa kemacetan lalu lintas esok hanya berlangsung beberapa jam," kata Athof dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6).