Ada Isu Heru Budi Ingin Hapus Program KJMU, Apa Kata Anies?

8 Maret 2024 16:25 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Capres nomor urut 01, Anies Baswedan, saat ditemui wartawan di GOR Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (7/2/2024). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Capres nomor urut 01, Anies Baswedan, saat ditemui wartawan di GOR Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (7/2/2024). Foto: Fadhil Pramudya/kumparan
ADVERTISEMENT
Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) dan Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus ramai diperbincangkan di media sosial karena diduga dibatalkan secara sepihak oleh Pemprov DKI Jakarta.
ADVERTISEMENT
KJMU merupakan program Pemprov DKI yang digagas eks Gubernur Anies Baswedan, berupa pemberian bantuan pendidikan untuk mahasiswa dari keluarga tidak mampu, yang memenuhi kriteria untuk menempuh Pendidikan Program Diploma/Sarjana (Jenjang D3, D4, dan S1) sampai selesai dan tepat waktu.
Bagaimana Anies menanggapi isu bahwa Pj Heru Budi ingin menghapus program tersebut?
"Niat itu yang tahu hanya dirinya dan Tuhan. Jadi saya tidak bisa menilai niat," kata Anies kepada wartawan usai salat Jumat di Masjid Raya Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Jumat (8/3).
Anies menjelaskan, yang dapat dinilai dan dilihat oleh masyarakat adalah langkah yang diambil. Terkait isu Heru yang ingin menghapus program tersebut, Anies tidak berbicara secara gamblang.
"Kita semua menilainya langkahnya, karena niat kita enggak bisa lihat. Apa sebenarnya niat itu," ucapnya.
ADVERTISEMENT
Di sisi lain, Mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengatakan, ketika pemerintah memberikan bantuan beasiswa, maka harus diselesaikan. Jika ada pemberhentian program beasiswa, lanjutnya, pemerintah harusnya tidak mengganti penerima beasiswa, melainkan menuntaskan penerima yang sudah ada.
"Apabila terjadi perubahan, maka caranya itu dengan tidak melakukan rekrutmen baru. Sehingga tidak ada peserta baru, tapi mereka yang sedang kuliah dan sedang dibiayai, negara harus bertanggung jawab menyelesaikan dengan tuntas," kata dia.
"Kalau pun tidak mau diteruskan programnya, ada keputusan tidak diteruskan, maka lakukan itu dengan cara tidak ada rekrutmen yang baru, tapi yang sudah masuk ke dalam penerima harus mereka dibiayai dengan tuntas, kalau tidak,mereka akan terbengkalai karena mereka adalah orang-orang yang membutuhkan bantuan, karena itulah mereka terima dukungan beasiswa," sambung Anies.
ADVERTISEMENT
Sebelum ini juga muncul isu soal sumur resapan di Jakarta yang sengaja ditutup, yang ramai di media sosial. Hal ini diduga menjadi penyebab banjir dan genangan yang terjadi di Jakarta pekan lalu.
Diketahui sumur resapan merupakan program penanggulangan banjir yang juga digagas Anies.
Namun, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Ika Agustin Ningrum menegaskan, informasi di media sosial yang menyebutkan banjir di Jakarta karena sumur resapan di Jakarta ditutup, kurang tepat.
“Dinas SDA tidak ada memerintahkan untuk melakukan penutupan sumur resapan di jalan. Apabila ada sumur resapan yang tertutup, kami akan lakukan pengecekan untuk pemeliharaan, sehingga sumur resapan dapat berfungsi seperti seharusnya dengan memperhatikan keamanan dan kenyamanan pengguna jalan,” tegas Ika dalam keterangan tertulis, Senin (4/3).
ADVERTISEMENT
Pj Heru Pastikan Tak Ada Pemutusan Penerima KJMU
Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono tinjau kegiatan sembako murah di kantor Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (6/3). Foto: Fadlan Nuril Fahmi/kumparan
Pj Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono memastikan bahwa tidak akan ada pemutusan mahasiwa penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).
Hal itu disampaikan Heru usai melakukan audiensi bersama dengan perwakilan mahasiswa dari beberapa kampus di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (7/3).
"Jadi memastikan bahwa mereka bisa mendapatkan KJMU. Dan sistem udah dibuka ... dan tentunya cleansing itu bertahap" kata Heru.
Meskipun Heru telah memastikan bahwa para mahasiswa tetap akan mendapatkan KJMU, namun pemadaman data tetap akan berjalan.
"Saya pastikan bahwa mereka-mereka yang sudah mendapatkan dalam perjalanannya KJMU bisa tetap mendapatkan itu dan tentunya pemadanan data tetap berjalan itu person to person," ucapnya.