Ada Penyampaian Pendapat di Sekitar Monas Besok, Cek Rekayasa Lalin Berikut

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Patung Kuda di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (3/1/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) Patung Kuda di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (3/1/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Polda Metro Jaya (PMJ) menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional di sekitar kawasan Monas, Jakarta Pusat, pada Selasa (20/10). Rekayasa dilakukan seiring rencana penyampaian pendapat yang diperkirakan berdampak pada kepadatan lalu lintas.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Firman Darmansyah mengimbau pengendara untuk menggunakan rute alternatif dan mengatur waktu perjalanan guna mengantisipasi kepadatan di sekitar lokasi aksi.

"Diimbau untuk menggunakan rute alternatif lain, mengatur waktu perjalanan dan ikuti petunjuk serta arahan petugas di lapangan," demikian imbauan Firman dalam unggahan akun Instagram @tmcpoldametrojaya.

Berdasarkan peta rekayasa lalu lintas yang diunggah TMC Polda Metro Jaya, sejumlah ruas jalan yang perlu diantisipasi di antaranya Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan Kebon Sirih, Jalan Abdul Muis, dan Jalan Perwira.

Sebelumnya, Ketua BEM UI 2026 Yatalathof Ma'shum Imawan menyampaikan Komite Sadar (Selamatkan Daulat Rakyat) akan menggelar dua rangkaian kegiatan pada Selasa (20/10). Kegiatan pertama berupa aksi simbolik di Tugu Proklamasi pada pukul 09.00 WIB, dilanjutkan aksi massa di Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada pukul 15.00 WIB.

"Temuan ini menjadi peringatan bahwa keresahan masyarakat terhadap kondisi bangsa perlu dijawab secara serius. Pemerintah tidak boleh menutup mata terhadap persoalan ekonomi, demokrasi, hukum, lingkungan, dan pendidikan yang menjadi perhatian responden," demikian pernyataan dalam rilis BEM UI.

Dalam rilis tersebut, Komite Sadar juga memaparkan hasil survei terhadap 560 responden dari Sumatera hingga Papua. Sebanyak 78,8 persen responden menilai pemerintahan Prabowo-Gibran beserta jajaran kabinetnya telah gagal.

Polda Metro Jaya mengingatkan bahwa rekayasa lalu lintas bersifat situasional. Pengendara diimbau mengikuti petunjuk petugas di lapangan dan menyesuaikan rute perjalanan saat melintas di kawasan tersebut.