Adhyaksa Dault Secara Khusus Jelaskan Sikapnya Soal HTI ke Jokowi

Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka Adhyaksa Dault bertemu Presiden Jokowi. Dalam pertemuan ini Adhyaksa melaporkan acara Raimuna Pramuka yang akan digelar 14 Agustus mendatang. Ada 15 ribu pramuka usia 14-25 tahun yang akan hadir.
Dalam kesempatan pertemuan itu di kantor Presiden itu, Kamis (10/8), secara khusus, Adhyaksa memberi penjelasan mengenai sikapnya terkait Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Adhyaksa pada 2013 lalu pernah hadir di acara HTI. Video ucapan dia terkait HTI pernah menyebar luas.
"Ya saya menyampaikan, sudah clear kedatangan saya di HTI ini sudah clear. Saya bilang ke beliau, saya datang ke situ tahun 2013 ketika HTI belum dilarang. Saya kita itu dan saya memberikan klarifikasi, ini kalau diviralkan sekarang, ada orang yang enggak suka ya biasa lah," beber Adhyaksa di kantor presiden, Jakarta, Kamis (10/8).
Menurut dia, selama di Pramuka, tidak ada satu kata pun sikap untuk mengganti Pancasila.
"Apalagi itu sudah final. Malah pramuka ini garda terdepan. Anugerah terbesar yang Tuhan berikan setelah keimanan adalah tanah air Indonesia. Saya bilang nasionalis religius harus dibaca," beber dia.

Adhyaksa kemudian menerangkan, alasannya datang ke acara HTI pada 2013.
"Kalau kemudian pada 2013, dia datang ke HTI dan bicara mengenai khalifah, ini karena dalam agama saya di akhir zaman akan ada Imam Mahdi dan melawan Dajjal. Dan dia sebagai khalifah, ini yang saya sampaikan kepada bapak presiden," tegas dia.
Kata khilafah, lanjut Adhyaksa, menjadi konotasi negatif ketika ada ISIS dan lain-lain, yang jelas bertentangan dengan agama karena mereka itu luar biasa, sehingga orang menjadi takut.
"Dan saya sampaikan itu, Bapak Presiden tahu saya kok. Dia mengerti bahwa saya ini nasionalis religius dari dulu, orang kakek saya dibunuh karena teguh Pancasila, paman saya, Kepala Staf Angkatan Darat, dan saya dapat bintang maha putra adiperdana, kalau saya mati dapat jatah dimakamkan di Kalibata, dan gara-gara bintang ini kan. Masa saya mau mengkhianati ini. Sudah clear semua. Dan presiden mengerti beliau sangat paham dan meminta menitipkan pramuka kepada kita, agar pramuka ini menjadi kawah candradimuka, garda terdepan mengamankan bangsa ini ke depan, terutama menghadapi bangsa milenial," tutup dia.
