Adik Kim Jong-un Sebut ASEAN Bodoh dan Konyol Gara-gara Komentar Denuklirisasi

Adik pemimpin tertinggi di Korea Utara Kim Jong-un, Kim Yo-jong, menyebut ASEAN bodoh, Senin (27/7). Hal itu terkait desakan ASEAN untuk mewujudkan ASEAN bebas nuklir.
Kim Yo-jong merupakan perempuan paling berpengaruh di Korut. Ia kerap menyampaikan komentar keras terhadap negara-negara yang menyerang kebijakan nuklir Korut.
Adapun pada pekan lalu dalam pertemuan Menlu ASEAN di Filipina, blok negara-negara di Asia Tenggara itu menyatakan keprihatinan mendalam atas pengembangan senjata nuklir Korut. ASEAN menekankan pentingnya dialog mewujudkan perdamaian dan stabilitas di semenanjung Korea.
Menlu Sugiono mewakili Indonesia dalam pertemuan ASEAN di Filipina pekan lalu.
Korut sendiri telah lama bersikeras pada haknya memiliki senjata nuklir dan rudal balistik. Padahal hal itu dilarang berdasarkan ketentuan sanksi Dewan Keamanan PBB.
Korut bahkan mengabadikan status nuklirnya dalam konstitusi pada 2023 lalu.
Kim Yo-jong dalam pernyataan yang dimuat di kantor berita KCNA menumpahkan kemarahannya atas sikap ASEAN terhadap pengembangan senjata nuklirnya.
"Kami menyatakan ketidakpuasan yang kuat dengan sikap permusuhan forum yang terang-terangan mengikuti gembar-gembor AS tentang denuklirisasi dan mengabaikan konstitusi Korut," ucap Kim Yo-jong seperti dikutip dari AFP.
"Merupakan kegagalan dalam pemikiran strategis dan logika, serta manifestasi dari mimpi liar yang bodoh dan konyol untuk tetap berpegang pada 'denuklirisasi Semenanjung Korea' yang telah kehilangan maknanya secara konseptual dan praktis,” sambung dia.
