Adu Visi Misi: Bobby Singgung Akses Kesehatan Sulit, Edy Ingin Berkelanjutan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana debat pertama pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara tahun 2024, Rabu (30/10/2024). Foto: YouTube/ KPU PROVINSI SUMUT
zoom-in-whitePerbesar
Suasana debat pertama pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara tahun 2024, Rabu (30/10/2024). Foto: YouTube/ KPU PROVINSI SUMUT

Debat perdana Pilgub Sumut mulai digelar oleh KPU di Grand Mercure Hotel pada Rabu (30/10). Kedua paslon yakni paslon 01 Bobby Nasution-Surya dan Edy Rahmayadi-Hasan Basri pun membeberkan janji-janji manis.

Pasangan Bobby-Surya kuat menggaungkan program berobat dengan menggunakan KTP. Program ini memang jadi andalannya selama ia menjabat sebagai Wali Kota Medan.

Selain itu, mereka juga menyoroti soal pendidikan di Sumut. Menurutnya, pendidikan di Sumut khususnya SMA dan SMK masih ada pungutan.

Suasana debat pertama pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara tahun 2024, Rabu (30/10/2024). Foto: YouTube/ KPU PROVINSI SUMUT

Selain itu akses listrik di sejumlah sekolah pun masih sulit. Padahal, Sumut merupakan provinsi terbesar keempat

“Tak ada sekolah SMA/SMK yang listriknya tak ada, karena ada yang begitu,” kata Bobby.

“Untuk itu kami hadir kalau kami diberikan amanah dalam dua tahun kepemimpinan masyarakat akan dapat akses kesehatan dengan KTP,” jelasnya.

Sementara, Edy menyoroti soal keberlanjutan. Sebagai, petahana Edy menilai membangun tidak mudah dan perlu dilanjutkan.

“Membangun Sumut menjadi provinsi unggul mengembangkan potensi SDM, ideologi politik, ekonomi, sosial budaya, dan pengelolaan kondisi darurat alam,” kata Edy.

Suasana debat pertama pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara tahun 2024, Rabu (30/10/2024). Foto: YouTube/ KPU PROVINSI SUMUT

Setelahnya Edy menyampaikan visi misi. Seharusnya ada 5, tapi hanya 3 yang tersebut.

"Visi misi yang pertama mengembangkan SDM yang berkualitas mengembangkan ekonomi inklusif dan berkelanjutan dan ketiga menata kelola kota...," jelasnya.

Di sesi ini, masing-masing calon kehabisan waktu. Mereka belum tuntas menyampaikan visi misi tetapi bel tanda berakhir sesi sudah berbunyi.