Adul, Difabel yang Merangkak 3 Km ke Sekolah, Ngobrol dengan Jokowi

Seorang anak penyandang disabilitas berkesempatan untuk berbicara langsung dengan Presiden Joko Widodo. Ia adalah Mukhlis Abdul Holik alias Adul anak berusia 9 tahun siswa kelas 3 SDN X Cibadak, Kabupaten Sukabumi.
Setiap hari Adul harus merangkak sejauh 3 km untuk bersekolah. Semangatnya untuk mengenyam pendidikan ini disampaikan kepada Jokowi. Saat bertemu Jokowi di acara peringatan Hari Disabilitas Internasional 2018, Adul menyampaikan dirinya ingin bersekolah hingga jenjang perguruan tinggi.
“Adul ingin jadi apa?” tanya Jokowi di Lapangan Parkir Summarecon Bekasi, Jawa Barat, Senin (3/12).
“Ingin sekolah sampai kuliah,” jawab Adul.

Jokowi lantas menanyakan cita-cita Adul. Pertanyaan itu lantas dijawab Adul yang mengaku ingin menjadi seorang pemadam kebakaran.
”Untuk menolong orang," kata Adul saat ditanya keinginannya menjadi pemadam kebakaran.

Jokowi kemudian kembali bertanya kepada Adul apa yang ia minta darinya. Namun, jawaban Adul hanya ingin menimba ilmu sampai ke perguruan tinggi.
" Abdul mau minta apa ke saya? Saya kira mau minta barang atau sesuatu?," tanya Jokowi lagi.
"Ndak Pak, saya mau minta sekolah dari SD, SMP, kuliah. Nanti Bapak perhatikan," ucap Abdul.
Dalam acara ini, Jokowi tampak didampingi Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita, Seskab Pramono Anung, Menaker Hanif Dhakiri, dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Sebelumnya, Adul tak ingin menggantungkan hidupnya kepada orang lain, dia pulang dan pergi ke sekolah dengan cara merangkak. Jangan dibayangkan jalan yang dilaluinya itu mulus, dengan cara merangkak Adul harus turun-naik bukit dan melewati jembatan bambu.
