Agar Live Streaming Aksi Bunuh Diri Tak Terulang Lagi

Pahinggar Indrawan (36) tewas mengenaskan dengan cara gantung diri di rumahnya, pada Jumat (17/3). Para tetangganya tak menyangka pria yang akrab disapa Indra itu nekat melakukan aksi bunuh diri, apalagi menyiarkannya secara live di Facebook.
Sebelum Pahinggar merekam aksi tersebut, terdapat sejumlah unggahan di akun Facebooknya yang bernada emosional. Menanggapi hal tersebut, sosiolog Musni Umar mengatakan keputusan bapak lima anak itu untuk bunuh diri kemungkinan disebabkan oleh lingkungan sosial masyarakat di sekitarnya yang cenderung individual.
"Ada masalah yang dihadapi dan tidak bisa diatasi, dia tak mungkin bisa survive tanpa bantuan orang lain. Namun tingkat individualisnya masyarakat tinggi sekali, mikirin dirinya sendiri punya masalah diselesaikan sendiri," kata Musni saat dihubungi kumparan (kumparan.com), Sabtu (18/3).
Baca : Status FB Terakhir Pahinggar: Masa Lalu Kamu Milikmu
Fenomena sosial demikian, kata Husni, bertentangan dengan kodrat manusia sebagai makhluk sosial. Agar peristiwa serupa tak terulang lagi, Musni mengimbau masyarakat Indonesia khususnya yang tinggal di perkotaan untuk melatih kepekaan sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
"Ayolah masyarakat saat ini dan ke depannya kita dorong meningkatkan kepeduliannya, kasus ini kan terjadi karena dari masyarakat kita individualis, tidak peduli dengan sesama, masing-masing hidup dengan dirinya sendiri," kata Musni yang juga merupakan Rektor Universitas Ibnu Chaldun itu.
Musni menambahkan, peristiwa ini juga bisa dicegah dengan membiasakan diri kita untuk bersikap terbuka (ekstrover) dengan para kerabat.
"Sebenarnya kalo seseorang menghadapi situasi sulit tapi hubungan sosialnya baik, dia akan cerita dengan orang lain, nah orang lain akan memberi saran dan jalan keluar. Dengan menceritakan ke orang lain itu akan terbagi bebannya dan dapat mengurangi tingkat stress," ujar Musni.
Baca : Pahinggar Gantung Diri karena Ditinggal Pergi Sang Istri
Selain mengimbau masyarakat untuk kembali pada kodratnya sebagai makhluk sosial, Musni juga mengimbau pemerintah untuk turut berperan dalam pencegahan aksi tersebut.
"Pemerintah harus memberi panduan dan mengarahkan kepada warganya tentang hal ini, harus nyata bentuk kepeduliannya," kata Musni.
Baca : Pemerintah Harus Tegas ke Media Sosial yang Siarkan Konten Kekerasan
