Agus Yudhoyono: Pemuda Harus Jadi Agen Perubahan

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Agus Yudhoyono di Mongolia (Foto: Dok. Tim Media AHY)
zoom-in-whitePerbesar
Agus Yudhoyono di Mongolia (Foto: Dok. Tim Media AHY)

Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menghadiri acara konferensi organisasi kepemudaan, Junior Chambers International (JCI), di Hotel Shangri-La, Ulaanbaatar, Mongolia, Sabtu (10/6) pagi waktu setempat.

AHY yang merupakan anggota JCI Indonesia, berkesempatan memberikan pidato bertajuk "Visi Generasi Muda: Menuju Perdamaian dan Kesejahteraan di Asia Pasifik." Konferensi ini dihadiri sekitar 4 ribu delegasi dari lebih 30 negara ini.

[Baca juga: SBY dan Agus Gelar Safari Ramadhan di Pulau Jawa]

Dalam pidatonya AHY membahas perihal peluang dan tantangan geopolitik serta ekonomi di Asia Pasifik.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kerja sama multilateral melalui kerangka arsitektur kawasan seperti ASEAN dan mekanisme penyelesaian sengketa secara damai. Agus juga mengajak generasi muda berperan aktif dalam mewujudkan perdamaian dan kemakmuran di kawasan Asia Pasifik.

"Kita harus siap menjadi agen perubahan di komunitas kita masing-masing, siap menginspirasi orang lain, dan berkolaborasi bersama melintasi batas geografis," ujar AHY dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan (kumparan.com), Sabtu (10/6).

"Kita harus berkomitmen penuh dan mengambil peran aktif untuk mewujudkan visi perdamaian dan kemakmuran menjadi nyata," imbuhnya.

[Baca juga: Demokrat: AHY Disiapkan untuk Tugas yang Lebih Besar dari Pilgub Jatim]

Agus Yudhoyono di Mongolia (Foto: Dok. Tim Media AHY)
zoom-in-whitePerbesar
Agus Yudhoyono di Mongolia (Foto: Dok. Tim Media AHY)

Selain memberikan pidato, dalam konferensi yang berlangsung dari 8 hingga 11 Juni itu, AHY juga menghadiri beberapa sesi diskusi dengan anggota JCI dari berbagai negara sahabat, misalnya AS, Jepang, India, Australia, dan Korea Selatan.

JCI adalah organisasi non-profit kepemudaan dunia, nonpolitis, dan nonsektarian yang bertujuan membuat perubahan di dunia. JCI adalah organisasi mitra PBB yang beranggotakan lebih dari 200 ribu orang berusia 18 hingga 40 tahun dan berasal dari berbagai belahan dunia termasuk Indonesia.

Dalam konferensi rutin yang digelar tahunan, para anggota JCI berkumpul untuk saling bertukar gagasan terkait upaya memaksimalkan beragam kegiatan lokal mereka.