Ahli: Salah Satu Upgrade Varian Corona Inggris Bisa Turunkan Efikasi Vaksin

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi virus corona. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi virus corona. Foto: kumparan

Varian baru corona asal Inggris B.1.1.7 sudah terdeteksi di Indonesia. Berasal dari 2 TKI yang baru tiba dari Arab Saudi.

Ahli genomika Riza Putranto menjelaskan, salah satu mutasi B.1.1.7 yakni B.1.1.7 E484K diduga kuat membuat efikasi vaksin untuk melawan varian ini berkurang.

"Apa itu mutasi S E484K? Perubahan pada asam amino ke-484 pada protein Spike virus yang berubah dari E (asam glutamat) menjadi K (lisin) dan menyebabkan bentuk protein Spike menjadi sedikit berbeda," kata Riza dalam pembicaraan melalui pesan singkat dengan kumparan, Rabu (3/3).

Riza adalah doktor dari Universite des Sciences et Techniques du Languedoc (Montpellier II), Prancis. Dia juga menjadi relawan untuk menganalisis genom SARS-CoV-2 pada Crowfight COVID-19 International.

Ia menjelaskan, awal mula dari fenomena ini adalah laporan Public Health England (PHE) Investigation of Variant of Concern 202012/01 Technical briefing 5 tertanggal 1 Februari 2021. Mereka menyatakan bahwa 11 genom SARS-CoV-2 varian B.1.1.7 yang ditemukan membawa mutasi tambahan S E484K.⠀

"Mutasi ini membuat virusnya memiliki kemampuan untuk menurunkan efikasi vaksin. Menurunkan, tidak menghilangkan seluruhnya. Ini perlu dipahami dengan baik," jelas dia.

Lantas, apakah mutasi E484K juga dimiliki varian SARS-CoV-2 lainnya? ⠀

Jenis mutasi varian B.1.1.7 Inggris, ada yang mengurangi efektivitas vaksin. Foto: Public Health England

"Satu varian Afrika Selatan B.1.351 atau 501Y.V2 dan tiga varian Brazil B.1.1.28, P1 serta P2 sudah membawa mutasi ini sebelumnya. Ketiga varian tersebut berkembang dari varian D614G yang memang dominan di dunia," jelas dia.

"Artinya lagi, jangan pernah bilang bahwa varian D614G adalah mutasi baru. Itu sudah masa lalu," tegas dia.

Apa yang bisa kita lakukan atau antisipasi ketika mengetahui adanya potensi mutasi ”upgrade” B.1.1.7 tersebut?⠀

"Dua hal. Pertama, perubahan pada virus menunjukkan masih, tetap dan semakin pentingnya tindakan preventif (5M, 3T) agar tidak tertular COVID-19. Kedua, perlunya mensukseskan program vaksinasi untuk menurunkan penyebaran virus dan menurunkan potensi mutasi virus," imbau dia.

"5M (Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Keluar Rumah) - kewajiban individu dan 3T (Test, Tracing dan Treatment) - kewajiban yang berwenang 3K (Kontak Dekat, Kerumunan, Kamar/Ruang Tertutup)," tutupnya.

Ilustrasi COVID-19. Foto: Dado Ruvic/Reuters