Ahli soal Gas Metana di Kebakaran Misterius Sleman: Bisa Menempel di Pakaian
·waktu baca 2 menit

Kebakaran misterius terjadi sebanyak 51 kali di sebuah rumah di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Kebakaran yang terjadi dalam seminggu itu diduga disebabkan karena adanya akumulasi kandungan gas metana dari septic tank.
Dosen sekaligus Asisten Profesor di Departemen Teknik Geologi UGM, Dr. Sarju Winardi menyampaikan, pihaknya telah melakukan pengukuran suhu panas menggunakan kamera termal. Setelah diukur, tempat keluarnya api didukung dengan lokasi dengan suhu tinggi.
Ia memberikan penjelasan, gas metana bisa menempel di pakaian dan sofa. Menurutnya, sifat gas metana seperti kompor LPG di rumah. Hanya, sifatnya lebih low release, kalorinya rendah, membutuhkan PPM, membutuhkan kadar yang lebih tinggi agar dapat menyala.
"Maka kadang-kadang butuh waktu agak lama. Berkumpul di sofa, berkumpul di pakaian, berkumpul di kain dalam jumlah waktu yang cukup, untuk menyala. Tetapi kalau kandungannya masih sedikit, belum menyala," kata Sarju, Sabtu (30/5).
Melihat sifat gas metana yang sedemikian rupa, ia menyarankan agar sirkulasi ruangan di rumah diperbaiki. Hal ini bisa dilakukan dengan memasang kipas angin atau blower.
"Supaya sirkulasi udara lebih bagus bisa mengurangi terkumpulnya gas metana di suatu material seperti pakaian dan sofa," terangnya.
Ia menjelaskan, benda berpori seperti pakaian dan sofa bisa menyimpan gas. Ketika nantinya gas tersebut terkumpul dalam jumlah yang banyak ditambah dengan terkena oksigen maka akan menyala.
"Sifat gas itu kalau jumlahnya tertentu, dia kena oksigen O2, CH4 (gas metana) plus O2, itu dia akan menyala," ungkapnya.
Sifat gas metana ketika ke luar ruangan dapat mengambang di udara. Namun, ketika gas metana sudah berada di luar ruangan kadarnya mengalami penurunan.
"Relatif lebih aman ketika sirkulasi udara dibuka. Kemudian ada kipas angin juga maka kadarnya sangat berkurang. Insyaallah aman karena potensi terbakar menjadi berkurang ketika sudah di luar ruangan," imbuhnya.
