Ahli Wabah UI: Nakes Tertular Corona di DKI Menurun, Bukti Vaksinasi Bermanfaat

kumparanNEWSverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang dokter menerima satu dosis vaksin Sinovac di fasilitas kesehatan, di Jakarta, Kamis (14/1). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang dokter menerima satu dosis vaksin Sinovac di fasilitas kesehatan, di Jakarta, Kamis (14/1). Foto: Willy Kurniawan/REUTERS

Vaksinasi corona di Indonesia masih terus berlangsung. Sejauh ini, sudah lebih dari 10 juta orang mendapat suntikan pertama, 5 juta orang lainnya menerima 2 dosis.

Angka ini harus terus digenjot demi mengejar target 40 juta orang divaksin hingga Juni. Yakni vaksinasi untuk tenaga kesehatan, lansia, dan petugas publik.

Dikutip dari situs Kemenkes, Selasa (13/4), vaksinasi ke nakes yang memang dimulai sejak 13 Januari hampir beres. Dari target 1,46 juta, lebih dari 99 persen menerima suntikan pertama, 89 persen di antaranya bahkan sudah disuntik 2 kali.

Keberhasilan ini mulai menunjukkan dampaknya. Ahli wabah UI Pandu Riono menyebut angka nakes di Jakarta tertular COVID-19 terus menurun.

Tren Penurunan Kasus COVID-19 ke Nakes Jakarta. Foto: Twitter/@drpriono1

"Dinkes Jakarta mengindikasikan tren nakes yang terinfeksi COVID-19 menurun, setelah vaksinasi diberikan pada nakes," kata Pandu di akun Twitternya.

Dari data yang disampaikan Pandu, grafik penurunan memang terlihat jelas. Pada periode awal April 2021 angka kesakitan nakes hampir sama seperti periode awal Mei 2020.

Kasus COVID-19 nakes di Jakarta menurun selama 3 pekan berturut-turut. Hal ini tentu menjadi kabar baik.

"Tren kematian juga menurun. Bukti bahwa vaksinasi bermanfaat pada nakes yang sangat berisiko tinggi. Kejar cakupan vaksinasi lansia," tutup Pandu.

embed from external kumparan