AHY: Dulu Kita Dihina-hina BLT, Sekarang It's Okay

15 September 2022 16:23 WIB
ยท
waktu baca 1 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengetuk palu saat membuka Rapimnas Partai Demokrat 2022 di di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (15/9/2022). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengetuk palu saat membuka Rapimnas Partai Demokrat 2022 di di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis (15/9/2022). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pidato saat pembukaan Rapimnas Demokrat, Kamis (15/9). Ia menyinggung soal subsidi Bantuan Langsung Tunai di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
ADVERTISEMENT
AHY mengatakan, kala ayahnya memimpin RI, program BLT dianggap hanya menghambur-hamburkan uang negara.
"Masih ingat ada 4 pilar pembangunan ketika itu apa saja? Pro-growth yakni pertumbuhan ekonomi terus ditingkatkan. Kemudian pro-jobs, lapangan kerja dibuka seluas luasnya. Ketiga pro-poor, kaum miskin dibantu. Di situ lah mengapa ada subsidi, BLT," ungkap AHY.
"Dulu dihina-hina BLT kita, 'apa itu BLT hanya untuk menghambur-hamburkan uang negara? ' dibilang kita tak punya cara lain. Padahal itu lah cara yang bijaksana untuk membantu rakyat miskin. Betul?" tambahnya.
Saat ini, imbuh AHY, pemerintahan Jokowi kembali melanjutkan program BLT tersebut.
"Sekarang BLT? It's okay, sesuatu yang bagus kalau dilanjutkan kan enggak apa-apa. Enggak usah malu-malu juga," imbuhnya.
ADVERTISEMENT
Ketua Umum Demokrat, Agus Harimukti Yudhoyono (AHY) buka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Demokrat di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (15/6/2022). Foto: Andam Annisa/kumparan
Selain itu, AHY juga menekankan pentingnya menjalankan pemerintahan dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.
"Kita ingin menjaga lingkungan kita, Indonesia besar punya potensi luar biasa, tapi kalau rusak lingkungannya, kasihan anak cucu kita. Kita harus comply (mematuhi) dengan aturan standar dunia. Jangan sampai jadi negara yag terkenal mengerjakan pertumbuhan ekonomi tapi menghancurkan lingkungannya," tandas AHY.