AHY: Dulu Saya Pilih TNI, Kini Cita-cita Generasi Muda Jadi Selebgram

Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menyoroti tantangan pekerjaan yang dihadapi generasi saat ini telah dipengaruhi teknologi. Hal ini berbeda saat ia masih menjadi mahasiswa dulu.
AHY kemudian bercerita bahwa generasi dulu banyak yang ingin menjadi perwira TNI, dokter, PNS, hingga insinyur, karena pekerjaan-pekerjaan itu memiliki status di masyarakat.
“Dulu makanya saya memilih jadi perwira TNI karena di saat itu, yang namanya profesi yang harus dikejar itu kurang lebih seperti ini, menjadi seorang perwira TNI, dokter, insinyur kemudian menjadi pegawai bank, PNS,” ujar AHY saat memberi kuliah umum ke 100 pelajar yang mendapat beasiswa kuliah di luar negeri, di Perpusnas RI, Jakarta, Selasa (19/11).
“Yang dianggap memiliki status tersendiri di tengah masyarakat kita. Dianggap memiliki stabilitas dalam kariernya, jenjangnya naik terus enggak mungkin stagnan apalagi turun. Kan enggak mungkin sudah jadi jenderal terus turun lagi jadi pangkat kapten,” sambungnya.
Namun, menurut AHY, pandangan ini telah berubah bagi generasi saat ini. Adanya perkembangan teknologi dan revolusi industri 4.0, kata AHY, membuat pekerjaan yang diminati generasi muda juga ikut berkembang.
AHY mengatakan, banyak generasi muda yang lebih memilih menjadi content creator, Youtuber, hingga selebgram.
“Tapi dunia saat ini menjadi semakin egaliter, naik turun dalam status sosial itu biasa hari ini. Oleh karena itu pekerjaan yang kemudian menjadi favorit (generasi muda) menjadi diminati banyak sekali, menjadi konten kreator, social media strategist, online seller, videografer Youtuber, selebgram misalnya,” jelas Waketum Partai Demokrat itu.
AHY menjelaskan pekerjaan generasi saat ini lebih menjanjikan karena bisa dilakukan di mana saja dan hanya bermodalkan kreativitas.
“Itu dianggap menjanjikan karena bisa kapan saja, di mana saja, fun sepertinya. Bisa kreatif, bisa mengekspresikan diri seluas-luasnya, dapat duit, why not?,” tuturnya.
AHY menganggap perubahan kondisi ini tak perlu dikhawatirkan. Sebab, lanjut dia, generasi muda harus bisa mengikuti perkembangan zaman.
“Tidak ada yang salah dengan ini, yang jelas poin saya adalah bahwa telah terjadi perubahan yang dramatis. Padahal waktunya cuma berkisar 10 tahun saja bedanya, sudah berbeda sekali,” pungkasnya.
