AHY: Jangan Anggap Remeh Potensi Nuklir, Bukan Tak Mungkin Ada Perang Dunia III
·waktu baca 2 menit

Ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menilai Perang Dunia III mungkin saja terjadi, apalagi saat ini ada beberapa negara yang sedang berperang. AHY lalu mengingatkan agar potensi penggunaan senjata nuklir tak diremehkan.
"Jangan anggap remeh potensi penggunaan senjata nuklir dan senjata pemusnah massal lainnya. Jika terjadi miskalkulasi dan insiden tak terduga, bukan tidak mungkin perang besar itu bisa menjadi ancaman nyata di wilayah kita. Bahkan berpotensi terjadinya Perang Dunia ke-III," kata AHY saat menyampaikan pidato politiknya di Hotel Sheraton Mustika Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kamis (18/1).
AHY mengatakan ketidakstabilan keamanan dunia ini ditandai oleh perang Rusia-Ukraina hingga konflik di Gaza. Konflik-konflik ini tak hanya berpengaruh bagi negara yang bersangkutan, tapi juga ekonomi global.
"Dampak perang Rusia dan Ukraina itu nyata. Tidak hanya memunculkan tekanan keuangan global atau disrupsi di sisi supply and demand, tetapi juga berpotensi memicu krisis energi dan krisis pangan," kata AHY.
Sel-sel konflik laten juga berpotensi memicu instabilitas keamanan di kawasan Indo-Pasifik. Ia mencontohkan, isu kedaulatan Taiwan yang berbarengan dengan isu reunifikasi Tiongkok-Taiwan, dan konflik Semenanjung Korea, sengketa Laut Tiongkok Selatan, hingga hadirnya Pakta Pertahanan AUKUS antara Australia, Inggris, dan Amerika Serikat.
"Jika perang Rusia-Ukraina yang nun jauh di Eropa Timur sana, memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi dunia, termasuk Indonesia, lalu apa jadinya jika ancaman perang itu benar-benar pecah di Asia Timur, atau Laut Tiongkok Selatan? Yang jaraknya lebih dekat dengan kita, baik secara geografis, emosional, maupun relasi ekonomi dan perdagangan," pungkasnya.
