AHY Ungkap SBY Tetap Melukis saat Jalani Cek Kesehatan di AS

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melukis di tepi Sungai Mississippi, Minnesota, Amerika Serikat. Foto: YouTube/ Susilo Bambang Yudhoyono
zoom-in-whitePerbesar
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melukis di tepi Sungai Mississippi, Minnesota, Amerika Serikat. Foto: YouTube/ Susilo Bambang Yudhoyono

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan sang ayah, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), masih aktif melukis meski tengah menjalani pemeriksaan kesehatan di Rochester, Amerika Serikat.

Hal itu disampaikan AHY saat menghadiri pembukaan Pameran Lukisan SBY Art Community (SAC) 2026 di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, Selasa (18/8).

"Walaupun beliau saat ini berada di Rochester, Amerika Serikat dalam serangkaian medical check-up, dan tentunya dengan berat hati tidak bisa hadir bersama-sama kita hari ini, tapi hati dan pikiran beliau ada bersama kita," kata AHY dalam sambutannya.

AHY mengaku baru berkomunikasi dengan SBY pada Senin (17/8). Ia menyampaikan, SBY menitipkan ucapan terima kasih kepada para tamu yang hadir untuk mengapresiasi karya seni dalam pameran tersebut.

"Harusnya Pak Gubernur (Pramono Anung), (SBY) fokus kan mau medical check-up, terapi, dan lain sebagainya, berobat, itu masih menyempatkan diri untuk melukis. Datang ke pinggir sungai, kemudian melukis, dan masih produktif," ujarnya.

Menurut AHY, karya-karya terbaru SBY masih dapat dinikmati meski dirinya sedang berada di Amerika Serikat.

"Karya-karya beliau masih terus bisa kita nikmati, walaupun hanya melalui Instagram," kata AHY.

Melukis saat Kehilangan Sang Istri

Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dan Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono tiba dalam acara "Nonton Bareng Kuda Biru Project bersama Panti Asuhan" di XXI Plaza Senayan Jakarta, Sabtu (20/6/2026). Foto: Kevin Daniel/kumparan

AHY kemudian menceritakan perjalanan SBY menekuni dunia seni lukis. Menurutnya, aktivitas tersebut menjadi salah satu cara SBY menemukan kembali kebahagiaan setelah kehilangan sang istri, Ani Yudhoyono, pada 1 Juni 2019 silam.

AHY mengatakan, keluarga sempat khawatir kondisi SBY semakin terpuruk setelah kepergian Ani. Sebab, menurutnya, SBY mengalami kesedihan yang sangat mendalam.

"Dalam suasana duka gelap, bisa menjadi saksi ketika itu betapa broken-nya hati Pak SBY. Sehingga kami khawatir kalau Pak SBY yang kita cintai terus terlarut dalam duka dan kehilangan," ujar AHY.

Namun, SBY kemudian menemukan aktivitas yang membuatnya kembali bersemangat. Pilihan tersebut adalah melukis.

"Tapi akhirnya kami juga berbahagia, bersyukur sekaligus, ketika beliau kembali menemukan kebahagiaan melalui melukis," katanya.

AHY menyebut melukis menjadi pilihan SBY untuk menyalurkan kegelisahan, kerinduan, dan rasa kehilangan setelah ditinggal Ani.

"Ketika sedang bersedih, hati-hati kalau tidak punya pilihan untuk melampiaskan kegelisahan atau kerinduan atau kehilangan tadi. Pak SBY telah menemukan dalam melukis," ujar AHY.

Lebih lanjut AHY mengatakan, SBY kemudian menekuni seni lukis dengan serius. Ia bahkan mencari sendiri referensi pelukis dunia melalui YouTube untuk mempelajari teknik melukis yang diminatinya.

Salah satu nama yang menarik perhatian SBY adalah pelukis asal Jerman, Christopher Lehmpfuhl. SBY tertarik dengan teknik plein air painting yang dilakukan Lehmpfuhl, yakni melukis langsung di lokasi atau alam terbuka.

AHY menuturkan SBY juga tertarik dengan cara Lehmpfuhl melukis menggunakan jari, bukan hanya kuas.

"Beliau browsing sendiri, melihat sendiri malam-malam. Kemudian mencoba untuk belajar plein air painting," kata AHY.

Ketertarikan itu kemudian membawa SBY bertemu langsung dengan Lehmpfuhl saat berkunjung ke Berlin pada 2024. AHY mengatakan pertemuan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan SBY sebagai pelukis.