Airlangga Geser Nusron Wahid dari Komisi Keuangan DPR ke Pemerintahan

Jelang Munas Golkar, Ketum Airlangga Hartarto menggeser posisi loyalis Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam Komisi di DPR. Loyalis Bamsoet yang telah digeser komisinya di DPR yaitu Robert Kardinal dan Nusron Wahid.
"Saya dipindah dari Komisi IV ke Komisi X," ujar Robert usai Munas Golkar di Jalan Anggrek Neli, Jakarta Barat, Rabu (27/11).
"Nusron Wahid dipindah dari Komisi XI ke Komisi II," lanjut Robert.
Robert mengatakan, manuver Airlangga inilah yang membuat Bamsoet makin mantap mengajukan diri sebagai ketum Golkar. Sebab, Airlangga telah menggunakan posisinya sebagai ketum untuk 'bersih-bersih' para loyalis Bamsoet.
Selain itu, Robert juga menyesalkan Airlangga masih memecat beberapa ketua DPD dan memilih Plt Ketua DPD I Golkar. Padahal, jelang munas, DPP sudah tak boleh melakukan pemecatan dan menunjuk Plt.
"Kalau sudah ke sininya enggak boleh lagi, karena persoalan kita di Pleno kan tidak ada lagi, sudah moratorium," tutur Robert.
Sebelumnya, Bamsoet mengaku kecewa dengan manuver Airlangga yang menggeser komisi beberapa loyalisnya di DPR. Menurut Bamsoet, langkah Airlangga ini justru memicu perpecahan di tubuh Golkar. Padahal, Robert Kardinal sudah bertahun-tahun ada di Komisi IV DPR.
"Misalnya hari terakhir bukannya konsolidasi malah Bendahara Umum yang jadi pendukung utama saya, digeser dari Komisi IV, yang sudah puluhan tahun di sana ke komisi IX atau X, saya lupa. Intinya itu," kata Bamsoet.
