Bamsoet Kecewa Airlangga Geser Komisi Robert Kardinal di DPR

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Airlangga Hartarto (tengah) bersama Bambang Soesatyo (kedua dari kanan). Foto: Antara/Wahyu Putro A
zoom-in-whitePerbesar
Airlangga Hartarto (tengah) bersama Bambang Soesatyo (kedua dari kanan). Foto: Antara/Wahyu Putro A

Calon Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo buka suara terkait keputusannya untuk tetap maju memperebutkan kursi Golkar 1. Bamsoet, begitu ia disapa, mengatakan keputusannya itu dikarenakan kondisi para pendukungnya yang terzalimi oleh Airlangga Hartarto.

Ketua MPR RI tersebut mencontohkan yang terjadi pada Bendahara Umum Partai Golkar Robert Joppy Kardinal. Menurut Bamsoet, posisi Robert digeser dari Komisi IV ke komisi lainnya.

"Misalnya hari terakhir bukannya konsolidasi malah Bendahara Umum yang jadi pendukung utama saya, digeser dari Komisi IV, yang sudah puluhan tahun di sana ke komisi IX atau X, saya lupa. Intinya itu," kata Bamsoet.

Bamsoet kecewa mendekati munas yang akan digelar pada 3-6 Desember itu kubu Airlangga Hartarto tak berkomitmen untuk rekonsiliasi. Misalnya, mengembalikan posisi para pendukungnya tersebut.

Robert Kardinal Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Bamsoet mengatakan, jika rekonsiliasi dilakukan, ia dan Airlangga bisa saling berangkulan untuk membesarkan Partai Golkar.

"Jadi pada akhirnya karena kondisi tersebut saya menyampaikan maju agar kawan-kawan saya yang terzalimi ini bisa dikembalikan lagi ke tempatnya," kata Bamsoet.

Ia juga menegaskan siap bertarung secara terbuka dengan Airlangga. Bamsoet menyerahkan kepada pemilik hak suara untuk menentukan siapa yang layak memimpin partai berlogo pohon beringin itu.

"Airlangga adalah sahabat saya, Agus Gumiwang juga sahabat saya dan semua keluarga besar adalah keluarga. Sehingga kita tidak boleh alergi terhadap adanya kompetisi," ujar Bamsoet.

"Mana tahu yang terbaik nanti Pak Airlangga, silakan," kata Bamsoet.

kumparan post embed