Akademisi dari Nottingham-ITB Merapat ke Istana, Diskusi Karhutla Bareng Prabowo

Puluhan akademisi mendatangi Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/9). Mereka dipanggil Presiden Prabowo Subianto untuk membahas mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pengelolaan kawasan gambut.
Pantauan di lokasi, para akademisi datang menggunakan dua mobil Elf secara bersamaan.
Akademisi yang hadir antara lain Bagus Muljadi (Nottingham University), Azwar Maas (UGM), Zakaria Amsari (Universitas Tanjungpura), Haris Gunawan (UNRI), Darmae Nasir (Universitas Palangka Raya), Henrik Segah (Universitas Palangka Raya), Yulianto S Nugroho (UI), Asmari Saad (Universitas Jambi), Puji Lestari (ITB), dan Indratmo Soekarno (ITB).
Kemudian Made Hesti Lestari (BRIN), Ahmad Kurnain (Universitas Lambung Mangkurat), Bambang Kun Cahyono (UGM), Sigit Sutikno (UNRI), Ati Dwi Nurhayati (IPB), Muhammad Agung Santoso (UI), dan Elham Sumarga (ITB).
Para akademisi tersebut enggan berkomentar mengenai pemanggilan mereka oleh Prabowo.
Sejumlah pejabat turut mendampingi pertemuan Prabowo dengan para akademisi, antara lain Kepala BRIN Arif Satria, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.
Bahas Pengelolaan Gambut
Arif Satria mengatakan pertemuan tersebut membahas persoalan gambut, termasuk penanganan karhutla dan pemanfaatan gambut secara berkelanjutan.
"Hari ini kita diundang untuk membahas masalah gambut. Jadi gambut ini ada dua hal. Pertama tentu masalah Karhutla yang harus kita selesaikan. Yang kedua adalah bagaimana sustainable use dari gambut. Karena kalau kita lihat kawasan hidrologis gambut itu kan 24 juta hektare. Dan berbasis pada peraturan pemerintah, pemanfaatan itu kan maksimum 70 persen, dan fungsi lindung minimum 30 persen," kata Arif.
"Sehingga kita harus juga berpikirkan di satu sisi sustainable use ini harus benar-benar kita desain dengan baik. Karena di sana ada 41 juta penduduk yang hidup di kawasan hidrologis gambut. Karena itu saya yakin hari ini Pak Presiden mengundang para ahli, para pakar untuk membahas masalah pengolahan gambut ini," imbuhnya.
Prabowo Soroti Karhutla yang Berulang
Sebelumnya, Prabowo dijadwalkan menggelar rapat terbatas mengenai mitigasi karhutla di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (24/9).
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, pemerintah tidak ingin karhutla terus terjadi setiap tahun.
"Hari ini rencana kita mau ratas mitigasi karhutla supaya tidak terus berulang setiap tahun. Semua sektor harus dimitigasi. Sedih kita kalau kejadian yang kita sudah tahu tapi terus berulang," ujar Prasetyo kepada wartawan.
Sehari sebelumnya, Prabowo juga menggelar ratas terkait perkembangan karhutla di Sumatra dan Kalimantan. Pemerintah melaporkan masih ada 209,78 hektare lahan yang dalam proses pemadaman hingga Rabu (23/9). Operasi modifikasi cuaca juga terus dilakukan.
Karhutla 2015 dan 2026
Dikutip dari situs BNPB, karhutla sangat luar biasa pernah terjadi pada 2015. Data satelit Modis mendeteksi jumlah hotspot selama tahun 2015 tercatat 129.813 hotspot. Jarak pandang saat itu hanya 100 meter.
Indeks standar pencemaran udara (ISPU) mencapai lebih dari 2.000 psi atau sudah sangat berbahaya. Hutan dan lahan seluas 2,61 juta hektar terbakar dengan kerugian ekonomi mencapai Rp 221 triliun. Aktivitas pendidikan dan penerbangan lumpuh selama 2-3 bulan.
Pemerintah menerima bantuan pemadaman dari berbagai negara, seperti Australia, Singapuara, dan Malaysia.
Karhutla yang kembali melanda Indonesia pada 2026 berdampak lintas batas hingga kabut asapnya mencapai Filipina. Untuk membantu penanganan, Jepang menerjunkan kapal angkut JS Kunisaki bersama lebih dari 300 personel, tiga helikopter CH-47 Chinook, dan dua unit hovercraft.
