Akhir Pencarian Korban Erupsi Gunung Dukono

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tim SAR gabungan memasukkan kantong jenazah pendaki korban erupsi Gunung Dukono ke dalam mobil ambulans setelah berhasil dievakuasi di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Minggu (10/5/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Tim SAR gabungan memasukkan kantong jenazah pendaki korban erupsi Gunung Dukono ke dalam mobil ambulans setelah berhasil dievakuasi di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Minggu (10/5/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO

Pencarian pendaki yang hilang akibat erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, yang terjadi pada Jumat (8/5), selesai pada Minggu (10/5). Pencarian dihentikan setelah dua korban terakhir ditemukan.

Dalam peristiwa tersebut terdapat tiga korban hilang. Satu korban telah ditemukan pada Sabtu (9/5), seorang WNI atas nama Angel Krishela Pradita. Pencarian para korban mengalami kesulitan karena cuaca buruk.

Pencarian pada hari ketiga dilakukan oleh 150 personel SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri. Unsur SAR yang terlibat dibagi menjadi 4 tim pencarian, mereka langsung menuju target pencarian di puncak gunung.

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani mengatakan, titik kedua korban hilang diduga sangat dekat dengan bibir kawah.

"Kita sudah briefing dan menentukan bahwa posisi di sekitar wilayah kawah 50 meter kurang lebih. Karena kita sudah mengevakuasi 1 orang dan tidak jauh sekitar 100-150 meter," ucap Iwan.

kumparan post embed

Korban Ditemukan

Proses pencarian pendaki korban erupsi Gunung Dukono oleh Tim SAR Gabungan, Minggu (10/5/2026). Foto: Dok. Kodam XV/ PATTIMURA

Kedua pendaki itu ditemukan di area sekitar puncak Gunung Dukono pada pukul 11.20 WIT. Mereka dalam kondisi meninggal dunia.

"Betul (ditemukan) sedang dalam perjalanan dari pos ke posko. Itu adalah 2 korban WNA yang ditemukan," kata Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu saat dikonfirmasi.

Adapun keduanya ialah WN Singapura. Mereka Heng Wen Qiang Timothy (30) dan Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid (27).

Dalam video berdurasi 1 menit 09 detik yang diterima kumparan, terlihat proses evakuasi berlangsung dramatis. Kondisi jenazah korban dilaporkan sudah tidak utuh. Korban tertimpa batu berukuran besar.

Salah satu tim relawan yang ikut evakuasi mengatakan kondisi korban tertimbun pasir abu sehingga Tim SAR gabungan harus menggali pasir dan mengevakuasi.

“Koordinat sudah dikantongi sejak Sabtu. Tim nekat naik hari ini dan temukan korban tertimbun pasir abu,” ucap dia yang namanya ingin disamarkan.

kumparan post embed

Korban Dibawa ke RSUD Tobelo

Tim SAR gabungan membawa kantong berisi jenazah pendaki korban erupsi Gunung Dukono saat tiba di Desa Mamuya, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, Sabtu (9/5/2026). Foto: Andri Saputra/ANTARA FOTO

Usai dievakuasi dari puncak gunung, jenazah keduanya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tobelo. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Biddokes Polda Maluku Utara akan melakukan proses identifikasi terhadap jenazah korban.

Dandim 1508/Tobelo, Letkol Inf Alex Donald M Lumbun Gaol pemulangan dua jenazah WN Singapura masih menunggu hasil pemeriksaan DVI Polri dan koordinasi dengan pihak Kedutaan Singapura.

Selama proses pencarian berlangsung, perwakilan Kedutaan Besar Singapura turut berada di Posko Pengamatan Gunung Dukono. Dua perwakilan yang hadir yakni First Secretary, Sharon Chan dan Third Secretary, Khairul Anwar Abdul Wahab.

Kehadiran mereka untuk memantau langsung penanganan para korban erupsi yang diketahui merupakan warga negara Singapura.

“Itu kewenangan dari Kedutaan Singapura, kebetulan dari Kedutaan ikut standby di posko evakuasi. Jadi mereka mendampingi hingga saat ini di RSUD Tobelo,” katanya.

kumparan post embed