Akibat Varian Omicron, Ratu Elizabeth II Batalkan Tradisi Natal Keluarga

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ratu Elizabeth II saat meresmikan Pusat Analisis Energetika baru di Dstl di Porton Science Park, Salisbury, Inggris. Foto: Ben Stansall/Pool via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Ratu Elizabeth II saat meresmikan Pusat Analisis Energetika baru di Dstl di Porton Science Park, Salisbury, Inggris. Foto: Ben Stansall/Pool via REUTERS

Ledakan kasus varian Omicron di Inggris membuat Ratu Elizabeth II terpaksa merusak tradisi tahunan keluarga Kerajaan pada perayaan Natal.

Setiap tahun, anggota senior Keluarga Kerajaan Inggris selalu merayakan hari Natal di Sandringham House, Inggris timur. Kemudian, tepat pada 25 Desember, mereka akan menghadiri ibadah di gereja di kompleks Sandringham.

Tetapi, akibat merebaknya varian baru ini, Ratu Elizabeth II terpaksa akan merayakan Natal di Kastil Windsor.

Kantor berita Inggris Press Association mengatakan, mengutip seorang anggota keluarga kerajaan, keputusan ini diambil secara pribadi setelah melewati berbagai pertimbangan.

Sandringham Estate. Foto: AFP/ADRIAN DENNIS

“Anggota Keluarga Kerajaan akan mengunjungi Yang Mulia di Kastil Windsor dengan menerapkan pedoman yang saat ini berlaku. Ratu tidak akan tampil di hadapan publik pada Hari Natal, dan akan beribadah secara privat di dalam Kastil,” demikian dikutip dari Royal Central pada Senin (20/12).

Selama pandemi COVID-19, Ratu Elizabeth II lebih banyak menghabiskan waktu di Kastil Windsor. Kastil ini juga menjadi tempat berpulangnya Pangeran Philip, Duke of Edinburgh pada April lalu.

Dilansir AFP, Ratu Elizabeth II terpaksa membatasi tugas-tugas kenegaraan usai dirinya sempat dibawa ke rumah sakit pada Oktober lalu.

Kastil Windsor. Foto: Shutterstock

Saat itu, sang Ratu harus menginap semalam dan disarankan untuk beristirahat. Akibatnya, ia harus membatalkan kunjungan ke Irlandia Utara.

Kemudian, pekan lalu, ia mematahkan satu tradisi lagi, yakni membatalkan acara makan siang sebelum Natal dengan keluarga Kerajaan. Ini merupakan tahun kedua acara makan siang itu ditiadakan.

Tahun lalu, aturan Kerajaan Inggris jauh lebih ketat. Aturan jaga jarak yang sangat ketat membuat anak-anak, cucu, dan cicitnya tak bisa bertemu dengan sang Ratu.

Pada Senin (20/12), Inggris melaporkan penambahan kasus COVID-19 sebanyak 91.743 infeksi dalam waktu 24 jam saja. Jumlah pasien rawat inap juga terus menanjak.

Per Sabtu (18/12), varian Omicron diperkirakan mencakup 80% dari total kasus baru COVID-19 di Kota London.

Kini, total kaus corona Inggris mencapai 11.453.121 infeksi dan 147.261 kematian.