AKP Ocha Bongkar Jaringan Narkoba Internasional hingga Tangkap Miryam

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
AKP Rosana Albertina Labobar (Foto: Dok. Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
AKP Rosana Albertina Labobar (Foto: Dok. Pribadi)

AKP Ocha (31) mencuri perhatian publik karena menjadi satu-satunya perempuan dalam Satgas Merah Putih yang membongkar penyelundupan 1 ton sabu di Pantai Anyer, Kamis (13/7) lalu. Ternyata ini bukan kali pertamanya Ocha terlibat dalam pembongkaran kasus besar.

Ocha mengaku sebelumnya pernah terlibat dalam pembongkaran sindikat narkoba internasional saat dirinya masih bertugas di Direktorat IV Bareskrim Mabes Polri. Pada September 2016 lalu, Ocha dan tim Satgas Dit IV berhasil mengungkap penyelundupan 135 kg sabu di Dadap, Tangerang.

"Jadi ini adalah yang kedua kalinya," kata Ocha saat berbincang dengan kumparan (kumparan.com), Sabtu (15/7).

Tim Gabungan Polda Metro Jaya mengamankan sabu (Foto: Instagram/humaspoldakalteng)
zoom-in-whitePerbesar
Tim Gabungan Polda Metro Jaya mengamankan sabu (Foto: Instagram/humaspoldakalteng)

Saat membongkar kasus 135 kg sabu, Ocha juga merupakan satu-satunya polwan yang terlibat dalam pembongkaran jaringan narkoba tersebut. Rekan Ocha yang lain, semuanya laki-laki.

Selain itu, dia juga terlibat dalam penangkapan politisi Hanura yang terjerat kasus korupsi e-KTP, Miryam S Haryani. Dalam perburuan Miryam, Ocha ditemani 2 polwan lain.

"Waktu itu ada 3 polwan karena (yang dicari) anggota DPR, perempuan juga kan," ujarnya.

Ocha hanya terlibat perburuan Miryam sekitar 2 hari. Sebab dia tidak ikut pencarian Miryam di Bandung.

"Sebentar kok itu, enggak sampai dua hari. Saya enggak ngikutin dari awal karena dia di Bandung, saya baru pulang dari mana gitu, terus langsung disuruh oleh pimpinan masuk Satgas," tutur ibu 1 anak ini.

Pengalaman-pengalaman polwan lulusan Akpol tahun 2007 ini membuat atasannya tak ragu memberikan tugas. Selama sekitar 10 tahun berkarier di kepolisian, Ocha selalu terjun ke lapangan. Sebelum mengambil pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Ocha sudah pernah menjabat sebagai Kapolsek Kemaraya, Kendari. Dia juga sudah dua kali menjabat sebagai Kasat Reskrim di beberapa Polres di Sulawesi Tenggara.

"Saya 8 tahun di Kendari," katanya.

Selepas dari Kendari, dia langsung ditempatkan di Direktorat IV Mabes Polri. Setahun kemudian dia dipindahkan ke Polresta Depok sebagai Wakasat Narkoba. Ocha bergabung dalam Satgas Merah Putih yang berisi polisi-polisi terpilih dari Polresta Depok dan Polda Metro Jaya.

"Satgas Merah Putih memang mengungkap banyak kasus, tidak hanya narkoba. Ini sekarang juga sudah ada lagi tugas yang menanti," tuturnya.

instagram embed