Aktivitas Vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki Turun dari Level Awas ke Siaga

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gunung Lewotobi Laki-Laki mengeluarkan asap vulkanik terlihat dari Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Senin (4/11/2024). Foto: ANTARA FOTO/Pemulet Paul
zoom-in-whitePerbesar
Gunung Lewotobi Laki-Laki mengeluarkan asap vulkanik terlihat dari Kecamatan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Senin (4/11/2024). Foto: ANTARA FOTO/Pemulet Paul

Level aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, turun dari yang semula Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga) pada Minggu (25/10) pukul 16.00 WITA.

"Tingkat aktivitasnya diturunkan dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga)" kata Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, melalui keterangan yang diterima.

Berdasarkan pengamatan, dalam sepekan ke belakang, jumlah gempa guguran dan hembusan menurun. Hal itu mengindikasikan adanya penurunan aktivitas vulkanik yang terjadi secara bertahap. Suplai magma dari dalam ke permukaan gunung juga berkurang.

"Hal ini menunjukkan adanya proses menuju kestabilan dalam jangka pendek, atau kemungkinan adanya hambatan di saluran magma yang menghalangi pergerakan material ke permukaan," ucap dia.

Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) erupsi pada Sabtu (20/9/2025) pukul 16.12 WITA. Foto: ANTARA/HO-PVMBG

Sementara itu, gempa tremor non-harmonik teramati masih naik turun atau fluktuatif. Hal itu menandakan erupsi dalam skala kecil masih terjadi tapi intensitasnya mulai berkurang.

"Secara visual dan berdasarkan data kegempaan, aktivitas Lewotobi Laki-laki mulai menunjukkan tren penurunan, meskipun tingkat aktivitasnya masih tergolong tinggi," kata dia.

Meski levelnya sudah diturunkan, masyarakat masih tetap dilarang beraktivitas dalam radius 6 kilometer dari pusat erupsi. Masyarakat juga diminta agar tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah setempat.

"Masyarakat di sekitar wilayah rawan bencana agar mewaspadai potensi banjir lahar apabila terjadi hujan lebat, terutama pada daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki, seperti di Nawakote, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen," ucap dia.