Al-Quran dan Bendera Irak Dibakar di Denmark, Ratusan Warga di Baghdad Murka

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang wanita memegang mushaf Al-Qur'an saat protes terhadap seorang pria yang merobek dan membakar mushaf Al-Qur'an di luar masjid di ibu kota Swedia, Stockholm, dekat kedutaan Swedia di Baghdad, Irak, Jumat (30/6/2023). Foto: Thaier Al-Sudani/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Seorang wanita memegang mushaf Al-Qur'an saat protes terhadap seorang pria yang merobek dan membakar mushaf Al-Qur'an di luar masjid di ibu kota Swedia, Stockholm, dekat kedutaan Swedia di Baghdad, Irak, Jumat (30/6/2023). Foto: Thaier Al-Sudani/REUTERS

Aksi penistaan Al-Quran lagi-lagi terjadi di Eropa. Terbaru, kelompok anti-muslim 'Danske Patrioter' membakar kitab suci tersebut di Ibu Kota Kopenhagen, Denmark, pada Jumat (21/7).

Anggota Danske Patrioter membakar Al-Quran di depan Kedutaan Besar Irak di Kopenhagen, sebagai bentuk amarah mereka terhadap penyerbuan massa ke Kedutaan Besar Swedia di Ibu Kota Baghdad pada Kamis (20/7).

Dikutip dari The Daily Sabah, selain membakar Al-Quran, kelompok ultranasionalis Danske Patrioter juga membawa spanduk bertuliskan slogan-slogan menghina Islam.

Menurut video yang tersebar di media sosial, mereka kemudian menginjak-injak bendera Irak dan salinan Al-Quran — yang mana semua aksi tersebut dilakukan di dalam pengawasan polisi.

Seluruh tindakan mereka kemudian direkam dan disiarkan secara langsung (live streaming) di Facebook.

Memantik Kericuhan di Baghdad

Mendengar insiden pembakaran Al-Quran terjadi di Kopenhagen, warga muslim di Baghdad pun langsung naik pitam.

Pada Sabtu (22/7) dini hari, warga yang berjumlah ratusan itu berkumpul dan meneriakkan dukungan terhadap tokoh Syiah terkemuka Muqtada al-Sadr sembari membawa bendera Irak.

Massa bahkan berusaha menyerbu Zona Hijau yang sangat dijaga ketat — di mana gedung-gedung misi diplomatik asing, termasuk Kedutaan Besar Denmark terletak.

Seorang pengunjuk rasa mengangkat Al-Qur'an saat asap mengepul dari gedung kedutaan Swedia saat pengunjuk rasa berkumpul di dekat kedutaan di Baghdad, Irak, Kamis (20/7/2023). Foto: Ahmed Saad/Reuters

Pasukan keamanan langsung dikerahkan dan membarikade jembatan Jumhuriya yang mengarah ke Zona Hijau. Sehingga, para demonstran didorong mundur dan gagal menyerbu Kedutaan Besar Denmark.

Terkait seluruh kerusuhan ini, Kementerian Luar Negeri Irak dalam sebuah pernyataan kembali mengutuk segala aksi menistakan Al-Quran, terlebih membakarnya.

"Irak dengan tegas dan berulang-ulang, insiden penghinaan terhadap Al-Qur'an dan bendera Republik Irak di depan Kedutaan Besar Irak di Denmark," bunyi pernyataan itu.

Melalui pernyataan yang sama, pemerintah Irak menyerukan masyarakat internasional untuk segera bertindak tegas dan bertanggung jawab terhadap kekejaman yang melanggar perdamaian sosial dan hidup saling berdampingan di seluruh dunia ini.

kumparan post embed