Alasan Anak Kiai Jombang yang Cabuli Santri Mangkir Panggilan Polisi

Anak kiai Jombang berinisial MSAT (39), yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan pencabulan, mangkir dari panggilan penyidik Polda Jawa Timur. MSAT sudah dua kali tidak memenuhi panggilan polisi.
Polda Jatim kemudian memberi batas waktu seminggu agar MSAT untuk memenuhi panggilan polisi. Jika tidak, polisi akan memanggil paksa.
Menanggapi hal itu, juru bicara MSAT, Nugroho Harjanto, mengatakan ada beberapa alasan yang mebuat MSAT tak mau memenuhi panggilan polisi. Pertama, karena proses penetapan tersangka dinilai tak sesuai prosedur.
"Jadi dia merasa difitnah dan semua memberikan pernyataan seperti itu. MSA merasa tidak melakukan (pencabulan), ya tidak mau," jelas Nugroho di Surabaya, Selasa (28/1).
Nugroho mengatakan MSAT juga belum pernah diperiksa secara langsung oleh polisi. Namun, MAST langsung sudah mendapat surat pemanggilan sebagai tersangka oleh Polres Jombang.
Selain itu, MSAT juga punya alasan lain sehingga makin membulatkan diri enggan hadir dalam panggilan polisi. Ayah MSAT, sang kiai, tengah sakit dan dirawat di salah satu rumah sakit di Surabaya.
"Di samping orang tuanya sedang sakit MSAT juga merasa seperti itu merasa terdzolimi," ucap Nugroho.
Sementara Sekjen DPP Organisasi Shidiqiyah yang merupakan organisasi di ponpes MSAT, Ummul Choironi, mengatakan ayahnya jatuh hingga patah tulang.
"Nah itu yang merawat MSAT. Ini yang membuat kenapa dipanggil dua kali MSAT tidak menghadiri panggilan karena kondisinya sedang sulit," ungkap Ummul.
Ummul curiga dengan sikap polisi kepada MAST. Bahkan ia menduga ada 'permainan' dalam kasus itu.
"Secara hukum ini tidak tepat. Karena itu MSAT tidak mau menghadiri panggilan kepolisian karena kita melihat ada permainan untuk menjebak dari MSA supaya yang penting bagaimana caranya bisa dipenjarakan," beber Ummul.
"Karena mungkin dari MSAT sendiri sudah melihat ada permainan di internal kepolisian (Jombang) yang itu tadi, yang memaksakan," tuturnya.
Polda Jatim resmi mengambil alih kasus pencabulan oleh tersangka MSAT dari Polres Jombang, Selasa (14/1). Sudah dua kali tersangka MSAT mangkir dari panggilan Polres Jombang untuk diperiksa pada Desember 2019.
Kasus ini muncul usai seorang santri putri melaporkan MSAT ke Polres Jombang atas dugaan pencabulan yang dilakukannya pertengahan tahun 2017.
