Alasan Eks Presiden Brasil Jair Bolsonaro Rusak Alat Pemantau di Kaki: Paranoia
ยทwaktu baca 2 menit

Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengaku merusak alat pemantau kaki (ankle monitor) yang dipasang di kakinya karena mengalami paranoia, yang mendorongnya mengotak-atik alat tersebut.
Bolsonaro ditempatkan di bawah tahanan rumah di sebuah kondominium mewah di Brasilia sejak Agustus 2025. Alat monitor (semacam alat GPS) dipasang di pergelangan kakinya.
Dalam sidang yang digelar pada Minggu (23/11) di Brasilia, dokumen Mahkamah Agung menjelaskan Bolsonaro mengaku mengalami paranoia antara hari Jumat (21/11) dan Sabtu (22/11) karena obat-obatan.
"Dia mengaku tidak punya niat melarikan diri dan tidak ada tali gelang yang putus," bunyi dokumen Mahkamah Agung, dikutip dari AFP, Senin (24/11).
Bolsonaro kemudian mengatakan menjalani kegiatannya pada Jumat lalu mencoba membuka alat pemantau kaki. Dia kemudian "sadar" sekitar tengah malam dan berhenti.
Dalam video yang dipublikasikan oleh pengadilan, Bolsonaro mengaku menggunakan solder pada alat pemantau tersebut karena "penasaran". Video itu menunjukkan alat pemantau rusak parah dan terbakar, tapi masih terpasang di kakinya.
Pengacaranya meminta pengadilan untuk mempertimbangkan kembali penahanan kliennya di sel penjara dan mengembalikannya ke tahanan rumah karena kondisi mentalnya.
"Dia mengalami efek samping dari sejumlah obat-obatan yang diresepkan, mulai memiliki pemikiran yang menganiaya dan menjadi terpisah dengan kenyataan," kata pengacara Bolsonaro dalam surat kepada Mahkamah Agung.
Pengacara mengatakan, obat-obatan yang diminum untuk meredakan serangan cegukan yang telah mengganggunya selama berbulan-bulan menjadi penyebab kondisi kliennya.
Tim pengacaranya menyatakan akan mengajukan banding atas penahanan kliennya. Sebab, penahanan itu dapat membahayakan nyawanya karena kondisi kesehatannya yang rapuh.
Bolsonaro sering menderita masalah perut pasca-penusukan saat kampanye pada 2018. Ia juga menderita cegukan yang berulang.
Dihukum 27 Tahun Penjara
Bolsonaro dijatuhi hukuman hingga 27 tahun penjara atas rencana menghentikan saingannya yang kini Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva dari jabatannya usai pemilihan presiden 2022. Bolsonaro didakwa memimpin organisasi kriminal yang berkonspirasi untuk mempertahankan kekuasannya.
Bolsonaro disebut berencana membunuh Lula, Wakil Presiden Geraldo Alckmin, dan hakim Mahkamah Agung Alexandre de Moraes.
