Alasan Fotografer Abadikan Jokowi Salat Seorang Diri

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Jokowi berdoa di Masjid Niujie, Beijing, China. (Foto: Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
zoom-in-whitePerbesar
Jokowi berdoa di Masjid Niujie, Beijing, China. (Foto: Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)

Foto sendirian Presiden Joko Widodo saat menunaikan salat sunnah tahiyyatul di Masjid Niujie, Beijing, China menjadi viral di dunia maya. Dengan mengenakan stelan jas lengkap dan kopiah hitam, Jokowi tampak khusyuk menjalankan salat dua rakaat di atas sajadah berwarna krem.

Ada yang memuji, tak sedikit pula yang mencibir. Bagaimana cerita saat foto tersebut diambil?

Fotografer Istana yang mengabadikan foto tersebut, Laily Rachev, mengaku sengaja mengambil foto Jokowi saat sendirian. Saat itu, sebenarnya Presiden sedang didampingi oleh sejumlah menteri dan pengurus masjid serta belasan delegasi dan paspampres.

"Di belakangnya sebenarnya ada beberapa menteri dan si Imam Masjid juga ada di situ. Tapi saya mencari angle supaya mereka tidak terlihat, biar terlihat kekhusyukan Bapak Presiden saat sedang berdoa," ujar Laily kepada kumparan (kumparan.com) Rabu (24/5).

Jokowi salat di Masjid Niujie Beijing. (Foto: Dok. Setkab)
zoom-in-whitePerbesar
Jokowi salat di Masjid Niujie Beijing. (Foto: Dok. Setkab)

Baca juga: Cerita di Balik Foto Dramatis Jokowi di Tengah Kebakaran Hutan

Baca juga: 7 Foto Dramatis Jokowi Seorang Diri

Pertimbangannya, saat itu, Laily melihat sosok Presiden akan terlihat lebih humanis saat difoto tengah berdoa sendirian. Ia mengaku sebelum memfoto tidak ada permintaan agar Jokowi berpose seperti itu.

"Presiden humanis di foto itu, jadi saya ambil angle itu supaya saat orang melihat, langsung melihat kekhusyukan Presiden saat salat," tuturnya.

Sebagai seorang fotografer Kepresidenan, Laily mengaku harus mempersiapkan beberapa angle yang menarik. Namun, angle-angle foto ini muncul saat sudah tiba di lokasi acara.

Hobinya menonton film membantunya berimajinasi soal angle-angle foto termasuk saat memfoto Presiden Jokowi. Saat di masjid, sebelum masuk masjid, ia sudah terbayang bahwa Presiden akan berdoa, salat. "Lalu terpikir saja angle-anglenya nanti harus seperti apa," ujarnya.

Laily Rachev saat motret Jokowi dan Turnbull (Foto: Dok. Laily Rachev)
zoom-in-whitePerbesar
Laily Rachev saat motret Jokowi dan Turnbull (Foto: Dok. Laily Rachev)

Baca juga: Presiden Jokowi Salat 2 Rakaat di Masjid Niujie Beijing

Baca juga: Jokowi Kaget di China Ada 23 Juta Muslim dan 23 Ribu Masjid

Foto humanis, kata dia, sangat penting khususnya saat memfoto Presiden. Sebab, melalui foto-foto tersebut, maksud dari foto dan apa yang dilakukan oleh Presiden bisa tersampaikan dengan lebih baik.

"Foto itu berbicara lebih dari seribu bahasa. Foto humanis itu pasti menyentuh dan menginspirasi," ujarnya.

"Intinya sih apa adanya, tidak ada rekayasa, kejadian yang benar adanya. Dapat menginspirasi orang lain," lanjutnya.

Laily Rachev, fotografer Istana (Foto: Dok. Pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Laily Rachev, fotografer Istana (Foto: Dok. Pribadi)

Hasil foto 'humanis' milik Laily saat di China bukan yang pertama. Beberapa karyanya yang lain juga viral seperti saat memotret Presiden ketika meninjau kebakaran hutan di Jambi pada Oktober 2015 dan ketika sang Presiden jalan-jalan bersama Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbul, Februari 2017.

"Insting saja itu semua," ujarnya.