Alasan Kapolda Metro Belum Ungkap Identitas Pegawai Komdigi yang Terlibat Judol

6 November 2024 13:07 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto, saat memimpin apel di depan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada Rabu (23/10). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto, saat memimpin apel di depan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya pada Rabu (23/10). Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Polisi masih belum juga mengungkap secara lengkap identitas 15 pelaku kasus judi online yang melibatkan pegawai di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
ADVERTISEMENT
Hingga kini, baru 3 nama yang disebut oleh polisi terkait dengan kasus itu yakni berinisial AK, AJ, dan A. Mereka disebut merupakan pengendali bisnis situs judi online. Belum diketahui ketiga orang itu merupakan pegawai Komdigi atau bukan.
Apa alasan Polda Metro Jaya belum mengungkap identitas para pelaku?
Kapolda Metro Jaya, Irjen Karyoto, pun masih irit bicara. Dia menegaskan pihaknya bakal mengungkap kasus itu termasuk identitas para pelaku secara lengkap di kemudian hari.
"Nanti, nanti ada sesi tertentu," kata dia di Polda Metro Jaya pada Rabu (6/11).
Karyoto meminta kepada awak media dan masyarakat agar terus mengikuti perkembangan kasus itu. Diketahui, polisi masih melakukan pengembangan.
"Nanti diikutin aja," ucap dia.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Karyoto membuka rapat lintas sektoral Ops Kepolisian Ketupat Jaya - 2024 wilayah hukum Polda Metro Jaya di Balai Pertemuan Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (1/4/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Sebelumnya diberitakan, total terdapat 15 orang telah ditangkap dan ditetapkan jadi tersangka oleh polisi terkait dengan kasus judi online yang melibatkan pegawai di Kemenkomdigi.
ADVERTISEMENT
Selain menangkap pelaku, polisi menggeledah sebuah ruko di wilayah Bekasi yang dijadikan semacam "kantor satelit" yang dikendalikan oleh tiga orang berinisial AK, AJ, dan A.
Belum diketahui ketiga orang pengendali bisnis judi itu merupakan pegawai Komdigi ataukah bukan. Adapun di kantor satelit itu terdapat 12 orang yang dipekerjakan. 8 orang dipekerjakan sebagai operator dan 4 orang lain dipekerjakan sebagai admin. Mereka ditugaskan untuk mengumpulkan daftar situs judi online.
Kantor Komunikasi dan Digital (Komdigi) saat digeledah polisi pada Jumat (1/11). Foto: Dok. Istimewa
Salah seorang pegawai dari Komdigi yang belum disebut identitasnya mengatakan terdapat 1.000 situs judi online yang dijaga agar tak kena blokir dan 4.000 situs yang dilaporkan ke atasannya untuk diblokir.
Pelaku mengaku mendapatkan keuntungan senilai Rp 8,5 juta dari tiap situs judi online yang dijaga agar tak diblokir. Dari hasil menjaga situs itu, dia bahkan dapat memberi upah sejumlah pegawai sebagai admin dan operator senilai Rp 5 juta tiap bulannya.
ADVERTISEMENT