Alasan Ortu Kuliahkan Anaknya di SBM ITB: Dosennya Fokus, Tidak Nyambi Proyek

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Spanduk dengan tulisan 'Maaf, SBM ITB Tidak Menerima Mahasiswa Baru Lagi' Terpasang di sekitar Kampus ITB pada Kamis (10/3).  Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Spanduk dengan tulisan 'Maaf, SBM ITB Tidak Menerima Mahasiswa Baru Lagi' Terpasang di sekitar Kampus ITB pada Kamis (10/3). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Perwakilan orang tua mahasiswa SBM ITB ikut menghadiri agenda rapat dengar pendapat yang diadakan Komisi X DPR RI bersama Forum Dosen SBM ITB. Agenda itu bertujuan untuk mengetahui duduk permasalahan kisruh internal SBM ITB dan rektorat ITB terkait swakelola sekolah bisnis itu.

Salah satu perwakilan orang tua mahasiswa SBM ITB, Ali Nurdin, menyayangkan adanya kisruh internal itu. Menurut dia, kisruh itu berdampak pada kualitas dan kegiatan perkuliahan anaknya. Dia bahkan menyebut ada kegiatan kampus yang dikurangi imbas kebijakan pencabutan swakelola SBM ITB.

kumparan post embed

Lebih lanjut, Ali mengatakan alasan menguliahkan anaknya di SBM ITB karena reputasi dan memiliki kualitas yang baik. Di samping itu, dia menilai dosen-dosen SBM ITB semuanya fokus mengajar.

“Kami menuntut kualitas pendidikan. Di mana menurut SBM, dosen-dosen di SBM itu fokus, harus mengajar khusus untuk SBM, kekhususan ini yang membuat kami menempatkan pilihan agar anak-anak kami sekolah di SBM. Dosennya fokus, tidak nyambi atau proyek,” kata Ali Nurdin, saat menyampaikan aspirasi pada forum tersebut, Senin (21/3).

Orang tua mahasiswa lainnya, Laode Sabur, yang anaknya kuliah di SBM ITB angkatan 2020 meminta, agar swakelola tetap berjalan supaya mutu tetap terjamin,

“Kami sudah punya kontrak sosial. Kami bayar uang kuliah dengan standar yang ada. Kalau dicabut maka akan merugikan kami. Kami minta swakelola berjalan, kalau mau dibatalkan untuk mahasiswa baru saja,” katanya.

Perwakilan lain dari orang tua mahasiswa menyampaikan harapan agar seluruh keputusan akhir dari SBM dan ITB tidak lantas mengurangi pemberian kualitas terhadap mahasiswa.

“Harapan kami janganlah dilakukan seperti itu, silakan apa pun swakelola dan bentuk lainnya itu urusan internal. Tapi program-program mahasiswa terutama angkatan 2019, 2020, 2021, tidak mengurangi kualitasnya,” ujar perwakilan orang tua lain, Baginda Siahaan.

Untuk diketahui, saat ini, pencabutan swakelola tersebut batal dilakukan. Pihak SBM beserta rektorat, sepakat melakukan negosiasi terkait aturan-aturan yang dikeluarkan rektor agar tidak merugikan pihak mana pun.

Reporter: Ulfah Salsabila