Alasan Presiden Ashraf Ghani Tinggalkan Afghanistan: Hindari Pertumpahan Darah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. Foto: REUTERS/Stringer/File Photo
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. Foto: REUTERS/Stringer/File Photo

Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani, pergi meninggalkan Kabul pada Minggu (15/8). Keputusan itu diambil tidak lama setelah pasukan Taliban masuk ke Kabul dari segala penjuru.

Diberitakan Reuters, Minggu (15/8), Ashraf Ghani mengaku meninggalkan negaranya itu untuk mengindari pertumpahan darah ketika Taliban memasuki istana kepresidenan di Kabul.

Pasukan keamanan Afghanistan berjaga di gerbang masuk Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, Minggu (15/8). Foto: Stringer/REUTERS

Ghani pergi untuk menghindari bentrokan dengan Taliban yang akan membahayakan jutaan penduduk Kabul, katanya dalam sebuah unggahan di Facebook. Ini adalah komentar pertamanya sejak meninggalkan Afghanistan.

kumparan post embed

Namun, dia tidak mengungkapkan detail tentang keberadaannya saat ini.

Pasukan keamanan Afghanistan berjaga di gerbang masuk Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, Minggu (15/8). Foto: Stringer/REUTERS

Sebelumnya, seorang pejabat senior Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengatakan, Ashraf Ghani meninggalkan Afghanistan menuju Tajikistan.

kumparan post embed

"Presiden Ashraf Ghani telah meninggalkan Ibu Kota Kabul menuju Tajikistan," kata seorang pejabat senior Kementerian Dalam Negeri Afghanistan dikutip dari Reuters.

Tajikistan adalah negara republik yang jaraknya sekitar 515 km dari Kabul. Negara sempalan Uni Soviet ini berbatasan dengan Afghanistan di bagian selatan.