Alat Berat Dikerahkan Cari Sumber Puluhan Kebakaran Misterius di Rumah di Sleman
ยทwaktu baca 2 menit

Alat berat dikerahkan untuk mencari sumber penyebab kebakaran yang terjadi puluhan kali di sebuah rumah di Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Rabu (3/6).
Pantauan kumparan, alat berat diterjunkan di Sungai Nepen yang berjarak 300 meter dari rumah. Di titik itu peneliti UPN Veteran Yogyakarta beberapa waktu lalu menemukan gelembung gas metana.
"Setelah kejadian, Senin siang, saya memang merekomendasikan (agan) ini hilang (endapan dan rumpun bambu di sungai). Harapannya kalau ini hilang, kita udah enggak ada (kebakaran) di sana (di rumah warga). Harapannya," kata Penyelidik Bumi Muda BPPTKG Aris Dwi Nugroho ditemui di lokasi.
Aris mengatakan dari Dinas PU juga akan membuat tanggul di sana sehingga sungai bisa semakin dimanfaatkan masyarakat.
"Terus terduga source-nya (gas) metan itu hilang. Aku yang penting terduga dulu lah. Kita belum bisa memastikan di situ ya (penyebab pasti sumber pemicu api)," katanya.
Aris mengatakan berdasarkan prediksi tim peneliti UPN Veteran Yogyakarta gelembung gas metana keluar dari sungai ini.
"Memang itu adalah salah satu tanda gas rawa, gas metan yang ada di sini. Kemudian kami dari Badan Geologi yang punya wakil di Yogya, BPPTKG itu kemarin memetakan di sini ini ke sampai ke sana, bentuk U ini," katanya.
Lanjutnya di dekat pohon bambu yang ditebang, tim BPPTKG menemukan adanya gas metana, namun kecil.
"Cuma 4% LEL (Lower Explosive Limit) gitu. Jadi, memang pas setelah di sini, kami ke rumah juga enggak ada. Tetapi kalau misalkan prediksi bahwa terduganya itu di sini, dengan kita bongkar ini harapannya tidak ada lagi timbunan gas," katanya.
Diduga gas metana itu menyebar melalui rekahan-rekahan menuju rumah warga.
"Makanya teman-teman UPN sekarang sedang membuat lintasan geolistrik di sana. Harapannya, kalau memang di situ ada rekahan, itu kedeteksi," tuturnya.
Sebelumnya, tim peneliti dari UGM dan UPN telah terjun ke lokasi untuk menginvestigasi kebakaran misterius ini. Dugaan sementara kebakaran dipicu gas metana hingga temuan tingginya gas hidrogen.
