Aliansi Masyarakat Jakarta Ajak Semua Pihak Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Aliansi Masyarakat Jakarta mengajak warga Ibu Kota untuk menjaga kota Jakarta agar tetap kondusif, tertib, aman, dan damai.
Juru Bicara Aliansi Masyarakat Jakarta, Novran Andi Gunawan, mengatakan masyarakat perlu menjaga bersama fasilitas umum, ruang publik, jalan, transportasi, serta berbagai sarana yang dibangun menggunakan uang rakyat.
"Kota Jakarta adalah milik kita bersama. Termasuk fasilitas umum, ruang publik, jalan, transportasi, dan berbagai sarana yang dibangun dengan uang rakyat yang harus kita jaga bersama. Jangan sampai ada yang dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," kata Novran dalam Konferensi Pers Aliansi Masyarakat Jakarta,di Restoran Handayani Prima, Matraman, Jakarta Selatan, Jumat (21/8).
Novran mengajak masyarakat tak mudah terprovokasi oleh ajakan provokatif di media sosial yang sumbernya tidak jelas. Menurutnya, informasi maupun ajakan tersebut dapat mengarah pada tindakan anarkis, pengrusakan fasilitas publik, pembakaran hingga penjarahan.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Jakarta untuk waspada dan tidak mudah terprovokasi atau terpancing terhadap ajakan provokatif di media sosial yang sumbernya tidak jelas, yang mengarah pada tindakan anarkis, pengrusakan fasilitas publik, pembakaran, penjarahan, maupun tindakan lainnya yang dapat mengganggu keamanan dan merugikan masyarakat dengan memancing kemarahan dan adu domba," pungkasnya.
Sebagai bentuk komitmen menjaga Jakarta, Aliansi Masyarakat Jakarta berencana menggelar Apel Siaga Jaga Jakarta yang diselenggarakan pada Kamis (27/8) mendatang. Kegiatan tersebut ditargetkan dihadiri 10 ribu orang. Kegiatan ini bertujuan menjaga lingkungan dan fasilitas publik sekaligus ketertiban, keamanan, serta kedamaian di Ibu Kota.
"Apel Siaga Jaga Jakarta ini bertujuan untuk menjaga lingkungan-lingkungan fasilitas publik, menjaga ketertiban, keamanan, dan kedamaian di Kota Jakarta sekaligus menjadi peran tegas kepada pihak-pihak yang ingin merusak Kota Jakarta dengan melakukan provokasi dan tindakan anarkis," kata Novran.
Adapun untuk lokasi, pihaknya belum menentukan lokasi yang tepat untuk menyelenggarakan kegiatan tersebut. Novran mengatakan pihaknya masih akan berkoordinasi dengan kepolisian terkait lokasi kegiatan.
"Kalau untuk titik lokasi kalaupun Apel Siaga kita kan berkoordinasi dengan kepolisian. Jadi untuk lokasi nanti kita akan konfirmasi kembali," jelas Novran.
Terkait rencana aksi pada 27 Agustus, Novran menegaskan Apel Siaga Jaga Jakarta tidak secara khusus digelar untuk mengantisipasi demonstrasi tertentu. Ia mengatakan masyarakat tetap memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi melalui demonstrasi selama dilakukan secara tertib.
"Kalau untuk mengantisipasi demo atau seperti apa itu tidak. Memang kita setiap hari kita harus Jaga Jakarta yang pertama dan mengantisipasi berita hoaks-hoaks yang ada di media sosial yang di mana yang tidak dipertanggungjawabkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab," ungkap Novran.
Novran juga menyatakan pihaknya tidak mempersoalkan masyarakat yang hendak menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi. Namun, ia mengingatkan agar aksi tersebut tidak dilakukan dengan cara anarkis, seperti pembakaran maupun perusakan.
"Silakan mereka mengaspirasikan, berdemo. Yang penting tidak pertama jangan anarkis. Pembakaran, merusak, itu kan sudah melanggar hukum. Yang di mana kalau untuk berdemo atau menyampaikan aspirasi itu memang haknya setiap masyarakat. Tapi dengan tertib," kata dia.
