Anak Sulung di 'Sekeluarga Tewas Glamping Temanggung': Fotografer Keraton Yogya

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bagas Amar Hakiki mahasiswa UGM yang meninggal dunia bersama keluarganya di Glamping di Posong, Temanggung merupakan fotografer di Keraton Yogyakarta. Foto: Dok. Keraton Yogyakarta
zoom-in-whitePerbesar
Bagas Amar Hakiki mahasiswa UGM yang meninggal dunia bersama keluarganya di Glamping di Posong, Temanggung merupakan fotografer di Keraton Yogyakarta. Foto: Dok. Keraton Yogyakarta

Polisi masih menyelidiki penyebab tewasnya empat orang sekeluarga warga Ambarawa, Kabupaten Semarang, saat glamping di objek wisata Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah.

Salah satu anak korban diketahui bernama Bagas Amar Hakiki. Ia adalah anak pertama dari keluarga tersebut dan berstatus mahasiswa Sastra Prancis Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM angkatan 2022.

Selain itu, Bagas juga merupakan fotografer lepas di Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta.

Hal itu dibenarkan oleh Pengajeng Hudyanawara Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta, Nyi RW Kartiutami Guritno.

"Betul, Mas Bagas salah satu fotografer kami di Kawedanan Tandha Yekti. Fotografer lepas, tapi masuk dalam tim inti dokumentasi. Tim dokumentasi kami sebagian abdi dalem, sebagian freelance," kata Kartiutami saat dihubungi, Kamis (28/5).

Evakuasi jenazah korban glamping maut Posong, Temanggung. Foto: Dok. BPBD Kabupaten Temanggung

Sosok Bagas

Kartiutami menceritakan, Bagas awalnya merupakan salah satu peserta program magang di Kawedanan Tandha Yekti pada 2024.

"Lalu kemudian dari magang tersebut kami melihat keahlian fotografinya yang mumpuni, sehingga setelah masa magangnya satu tahun selesai, Bagas bersama dua orang teman lainnya menjadi bagian dari tim dokumentasi KTY sebagai fotografer lepas," ujarnya.

Kartiutami menyampaikan, di Keraton, Bagas dikenang sebagai pribadi yang senang membantu, bisa diandalkan, dan menyenangkan.

"Kami sangat kehilangan sekali, bukan hanya kehilangan salah satu fotografer terbaik kami, tapi juga kolega, rekan, adik, sahabat baik," katanya.

Empat orang yang meninggal dunia terdiri dari ayah berinisial MAN (52), ibu M (43), dan dua anaknya, yakni Bagas Amar Hakiki (21) dan AE (16). Peristiwa ini diketahui pada Rabu, 27 Mei 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Satu keluarga itu awalnya menginap di tenda glamping sejak Selasa, 26 Mei 2026.

Diduga Keracunan Gas

Polisi mengungkapkan temuan baru bahwa mereka meninggal diduga karena keracunan gas.

Sebelumnya, polisi mengungkap dugaan awal tewasnya sekeluarga itu karena keracunan makanan.

Dugaan keracunan gas itu menguat setelah penyidik menemukan gas portable yang digunakan korban untuk memasak.

"Kemungkinan ada dua, dari gas portable itu sama gas setelah bakar-bakar. Jadi setelah barbeque-an karena langsung tidur, setelah dia bakar-bakar langsung ditutup pintunya," kata Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, kepada wartawan, Kamis (28/5).

Ia menjelaskan, kondisi tenda glamping yang relatif tertutup diduga membuat sirkulasi udara tidak berjalan maksimal sehingga gas terperangkap di dalam ruangan.

"Posisi bbq-an memang agak ke luar tapi kemungkinan masuk (ke tenda). Jadi ada dua kemungkinan," jelas dia.