Anak Yatim di Bogor Doakan Perampok Rumah Makan Gratis Taubat

Dua orang perampok menyatroni Rumah Makan Gratis Ciangsana, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Polisi masih memburu kedua pelaku tersebut.
Pemilik rumah makan Aditya Prayoga menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (6/9) pukul 02.55 WIB. Ketika itu rumah makan sedang dijaga dua orang.
"Dijaga sama karyawan sama anak yatim waktu itu. Karena memang tiap malam harus ada yang jaga, nggak ada pintunya soalnya," kata Aditya kepada kumparan, Selasa (10/9).
Ia menjelaskan, saat itu tiba-tiba dua orang perampok yang membawa celurit datang. Keduanya mengancam dan meminta handphone dan uang diserahkan.
"Si Ozi, karyawan saya, bilang di sini enggak ada uang sama sekali. Di sini tempat makan gratis, buat anak yatim juga," ungkap dia.
Sontak kedua perampok menggondol tiga buah handphone milik Ozi dan sang santri. Tidak ada yang terluka akibat peristiwa ini.
"Tapi santri masih shock," tuturnya.
Saat itu ia juga melaporkan kejadian ini ke kepolisian. Aditya ingin para perampok segera ditangkap.
Siang ini, tepatnya pukul 13.00 WIB, Aditya mengundang anak yatim se-Ciangsana untuk doa bersama. Mereka ingin mendoakan agar dua perampok itu taubat.
"Iya mau ngundang semua anak yatim. Sama Ketua MUI Ciangsana juga. Mau doain biar perampoknya sadar. Biar cari rezeki yang halal dengan cara yang baik," urai dia.
Sementara itu, Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky membenarkan kejadian tersebut.
"Saat ini pelaku masih dikejar," kata Dicky terpisah.
