Analisis BMKG soal Gempa 5,7 M di Banten yang Terasa di DKI hingga Bandung
·waktu baca 2 menit

BMKG memberikan penjelasan terkait gempa bumi berkekuatan 5,9 magnitudo di Banten, pada Kamis (17/8) pagi.
Setelah dilakukan pemutakhiran, kekuatan gempa berubah menjadi 5,7 magnitudo.
"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 5,7," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono.
Episenter gempa berlokasi di laut pada jarak 112 Km arah Barat Daya Muara Binuangeun, Banten.Kedalaman 50 km.
"Gempa tidak berpotensi tsunami," kata Daryono.
BMKG menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya deformasi batuan dalam slab lempeng Indo-Australia (intraslab) yang tersubduksi ke bawah Lempeng Eurasia.
"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan geser naik (oblique thrust)," kata Daryono.
BMKG menjelaskan, getaran gempa dirasakan di daerah Bandung dengan skala intensitas II-III MMI atau getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan akan truk berlalu.
Kemudian daerah Cikembar dan Bogor dengan skala intensitas II MMI atau getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
"Hingga pukul 11.50 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock)," ucap Daryono.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
