Analisis BMKG soal Gempa di Mahakam Ulu yang Jaraknya 320 Km dari IKN
ยทwaktu baca 2 menit

Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur diguncang gempa berkekuatan 4,6 magnitudo. Gempa terjadi pada Selasa (20/6) pukul 12.43 WIB.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini merupakan gempa bumi kerak dangkal.
Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1.117 LU dan 114.99 BT, atau tepatnya berlokasi 47 km Tenggara Mahakam Ulu, Kalimantan Timur pada kedalaman 10 km.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi kerak dangkal akibat aktivitas sesar aktif dengan mekanisme geser," kata Daryono lewat keterangannya.
"Gempa Mahulu M4,6 ini dipicu aktivitas sesar aktif dengan mekanisme geser (strike-slip)" sambungnya.
Daryono menyebut, dampak gempa ini seperti truk yang melintas. Gempa ini juga dirasakan di Samarinda.
"Berdasarkan laporan masyarakat, gempa bumi ini dirasakan di Mahulu dan Samarinda dengan intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu)," ujarnya.
Gempa di Kalimantan Timur Bukan Hal Baru
Menurut Daryono, gempa di Kalimantan bukan hal baru. Dia lalu mengirimkan foto peta titik sebaran pusat gempa.
"Titik merah adalah pusat gempa, Semua provinsi di Kalimantan ada gempanya. Yang merusak juga banyak," ujarnya.
Daryono menyebut, pada 14 Mei 1921 juga pernah terjadi tsunami di Sangkulirang. Saat itu banyak bangunan yang rusak berat.
"Tsunami di Sangkulirang terjadi pada 14 Mei 1921 yang skala intensitasnya VII-VIII MMI. Artinya banyak bangunan mengalami kerusakan sedang hingga berat," imbuhnya.
"Gempa kuat ini diikuti terjangan tsunami yang mengakibatkan kerusakan di sepanjang pantai dan muara sungai di Sangkulirang yang kini masuk wilayah Kabupaten Kutai Timur," pungkasnya.
Gempa di Kalimantan ini merupakan kejadian langka. Selain itu titik gempa berjarak sekitar 320 kilometer dengan Ibu Kota Nusantara (IKN).
