Andika Perkasa Jawab Isu Tak Akur dengan Dudung: Saya Jalankan Tugas Pokok Saja
ยทwaktu baca 2 menit

Komisi I DPR menyinggung hubungan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dengan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman dalam rapat dengar pendapat pada Senin (5/9).
Anggota Komisi I dari Fraksi PDIP Effendi Simbolon menyebut, hubungan Andika dan Dudung tidak harmonis. Sebab Dudung beberapa kali absen mendampingi Andika saat rapat di DPR.
Menyikapi ini, Andika mengatakan dirinya selama ini hanya menjalankan tugas pokok sebagai Panglima TNI sesuai dengan aturan perundang-undangan.
"Ya saya hanya menjalankan tugas pokok fungsi saya dan sesuai dengan aturan perundangan, manakala hal itu diterima A,B,C, ya itu terserah bagaimana yang menyikapi, tapi saya tetap melakukan tugas pokok fungsi saya sesuai dengan peraturan perundangan," kata Andika di DPR.
Ketika disinggung apakah benar ada keretakan hubungan dengan Dudung, Andika membantahnya.
"Dari saya tidak ada (disharmonis), karena semua yang berlaku sesuai dengan perundangan tetap berlaku selama ini. Jadi enggak ada yang kemudian berjalan berbeda," ucap dia.
"Ya itu ditanyakan langsung saja (ke Dudung)," tutur Andika.
Lebih lanjut, Andika enggan memperpanjang isu ini. Ia mengatakan, dirinya saat ini fokus menjalankan tugasnya sebagai Panglima TNI.
"Menurut saya kita tetap menjalankan kegiatan kita sesuai dengan peraturan perundangan, jadi enggak ada yang berbeda dan enggak ada kemudian yang melenceng dari tupoksi kita," tutup dia.
Sebelumnya Effendi menyinggung ada isu ketidakharmonisan Andika Perkasa dan Dudung yang perlu diluruskan. Effendi meminta Komisi I menggelar rapat terbuka kembali yang dihadiri Dudung untuk membahas berbagai isu.
"Saya kira saya usul malam ini juga kita rapat terbuka, jangan ada yang ditutupi. Saya tidak ingin berpihak ke siapa-siapa. Ingin penjelasan dari Saudara Jenderal TNI Andika dan penjelasan dari jenderal TNI Dudung Abdurrachman. Ada apa? Apa terjadi disharmoni begini, ketidakpatuhan?" kata Effendi.
"Sampai urusan anak KSAD gagal masuk Akmil pun menjadi isu. Emangnya kalau KSAD kenapa? Emang harus masuk? Emang kalau anak presiden harus masuk? Siapa bilang itu, ketentuan apa? Ini kita harus tegas, Pak. Saya lebih tua dari bapak-bapak semua saya berhak bicara di sini," tambah dia.
