Andra Soni Sowan ke Balai Kota DKI, Bahas MRT Rute Tangsel hingga Bendung Polor

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni usai penandatanganan MoU studi potensi kontribusi MRT Lin Timur-Barat Fase 2 antara PT MRT Jakarta dan pengembang di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/2). Foto: Amira Nada/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni usai penandatanganan MoU studi potensi kontribusi MRT Lin Timur-Barat Fase 2 antara PT MRT Jakarta dan pengembang di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/2). Foto: Amira Nada/kumparan

Gubernur Banten Andra Soni menyambangi Balai Kota DKI Jakarta dan bertemu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Rabu (4/2).

Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas penguatan konektivitas transportasi lintas wilayah, mulai dari pengembangan Transjabodetabek hingga perluasan jaringan MRT Jakarta ke wilayah Banten.

Pramono mengungkapkan, pertemuan dengan Andra menghasilkan keputusan strategis.

“Pada waktu itu saya sampaikan kepada beliau, ‘gimana kalau kita kerja sama untuk meneruskan, melanjutkan MRT yang sekarang ini sampai dengan masuk ke Banten?’ Dan beliau menyambut dengan senang hati. Kemudian saya menugaskan Dirut MRT untuk mendalami ini,” kata politikus PDIP ini.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni usai penandatanganan MoU studi potensi kontribusi MRT Lin Timur-Barat Fase 2 antara PT MRT Jakarta dan pengembang di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/2). Foto: Amira Nada/kumparan

Pramono dan Andra kemudian menyaksikan para pengembang terkait menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) pengembangan MRT Lintas Timur–Barat Fase 2 dengan trase Kembangan–Balaraja.

Pramono menyebut, penandatanganan MoU itu menjadi langkah awal kerja sama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Provinsi Banten dalam mengembangkan transportasi massal terintegrasi di kawasan aglomerasi. Ia juga berharap, MRT ini dapat menjangkau Tangerang Selatan.

“Hari ini kita mencatat sejarah penting, kerja sama antara Pemerintah Banten dan Pemerintah Jakarta untuk pengembangan MRT. Kalau saya berharap ke Tangsel. Karena apa? Salah satu data statistik kami, yang masuk ke Jakarta paling padat sekarang ini dari Tangerang Selatan,” ujarnya.

Menurut Pramono, skema kerja sama ini akan memudahkan pengembangan kawasan berbasis transit atau Transit Oriented Development (TOD), sekaligus menciptakan simbiosis mutualisme antara Jakarta, Banten, pengembang, dan MRT.

Penguatan Transjabodetabek

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni usai penandatanganan MoU studi potensi kontribusi MRT Lin Timur-Barat Fase 2 antara PT MRT Jakarta dan pengembang di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/2). Foto: Amira Nada/kumparan

Selain MRT, Pramono menuturkan bahwa dalam pertemuan dengan Andra juga dibahas penguatan Transjabodetabek sebagai tulang punggung konektivitas Jakarta-Banten. Ia menegaskan, Transjabodetabek tidak akan berhasil tanpa dukungan wilayah penyangga seperti Banten.

“Transjabodetabek itu enggak akan berhasil kalau tidak ada kontribusi dari Banten,” kata Pramono.

Saat ini, rute Transjabodetabek dari Banten ke Jakarta sudah beroperasi, antara lain Alam Sutera-Blok M dan PIK 2-Blok M. Dalam waktu dekat, rute Bandara Soekarno Hatta-Blok M juga akan dibuka.

“Bentar lagi akan kita buka dari Soekarno-Hatta ke Blok M cuma bayar Rp 3.500, mobilnya bagus. Siapa yang enggak mau? Pasti mau,” ujar Pramono.

Wacana Pengembangan Bendung Polor

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni usai penandatanganan MoU studi potensi kontribusi MRT Lin Timur-Barat Fase 2 antara PT MRT Jakarta dan pengembang di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/2). Foto: Amira Nada/kumparan

Selain transportasi, Pramono juga mengungkapkan bahwa pertemuannya dengan Andra turut membahas kerja sama pengelolaan sumber daya air melalui pengembangan Bendung Polor yang ada di Jakarta Barat.

Bendung tersebut direncanakan menjadi daerah tangkapan air (catchment area) yang bermanfaat bagi kedua daerah.

Menurut Pramono, pengembangan Bendung Polor akan memberikan keuntungan bagi Banten dalam pengendalian banjir, sekaligus membantu Jakarta memenuhi kebutuhan air bersih. Air dari bendung itu nantinya dapat dikelola sebagai air baku oleh PAM Jaya untuk mendukung target cakupan air bersih Jakarta.

“Kalau Bendung Polor itu dikembangkan, akan memberikan keuntungan bagi Banten karena punya catchment area untuk menahan banjir, dan bagi Jakarta airnya bisa digunakan untuk air bersih,” ujar dia.