Andre Rosiade Cabut Laporan Pencemaran Nama Baik 'Dituding sebagai Mafia Bola'

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI sekaligus Penasihat Semen Padang FC Andre Rosiade tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (8/8/2025). Foto: Febria Adha Larasati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI sekaligus Penasihat Semen Padang FC Andre Rosiade tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (8/8/2025). Foto: Febria Adha Larasati/kumparan

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI yang juga Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade, mendatangi Bareskrim Polri pada Jumat (8/8).

Ia mencabut laporan dugaan pencemaran nama baik terhadap dua akun media sosial yang menyebut dirinya sebagai mafia sepak bola.

Andre menjelaskan, laporan itu dibuatnya beberapa bulan lalu terhadap dua akun media sosial yang menuduhnya.

“Jadi, berapa bulan yang lalu, saya melaporkan beberapa akun ya, yang menuduh saya sebagai mafia sepak bola. Untuk itu, sebagai warga negara yang baik, saya ingin ini diklarifikasi, fitnahnya dan hoaksnya yang disebarkan akun-akun itu,” kata Andre di Bareskrim Polri.

Andre: Pelaku Meminta Maaf

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI sekaligus Penasihat Semen Padang FC Andre Rosiade menyampaikan keterangan kepada wartawan saat tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (8/8/2025). Foto: Febria Adha Larasati/kumparan

Menurutnya, proses hukum berjalan sekitar dua hingga tiga bulan. Pelaku akhirnya mengakui kesalahan dan meminta maaf secara terbuka.

“Alhamdulillah, prosesnya sudah berjalan, dan pelaku meminta maaf kepada kami. Ya tentu, saya hari ini ingin berdamai dan mencabut laporan. Akun-akun itu sudah pagi ini memposting permintaan maaf,” ujarnya.

Andre menyebut dua akun tersebut adalah Kita Bonek di Instagram dan Danoe Kreatif Studio di Sosial Media, TikTok.

“Jadi, kedatangan hari ini, kita mau damai di atas. Saya tanda tangan berita pencabutan laporan, karena kita sudah sepakat berdamai,” ucapnya.

Awal Mula Tudingan

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI sekaligus Penasihat Semen Padang FC Andre Rosiade menunjukkan serangan personal dan pencemaran nama baik keluarga saat tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (8/8/2025). Foto: Febria Adha Larasati/kumparan

Ia menjelaskan tudingan mafia bola yang diterimanya berawal saat menonton laga Semen Padang melawan Persebaya di Surabaya. Saat skor berubah menjadi imbang 1-1, ia diteriaki “mafia” oleh suporter.

Namun, yang ia persoalkan adalah tudingan yang kemudian diviralkan di media sosial.

“Yang melawan mafia bola itu Andre Rosiade. Kok Andre Rosiade orang yang berteriak melawan mafia bola dituduh sebagai mafia sepak bola? Nah, untuk itu kan harus dibuktikan secara hukum,” jelasnya.

Andre menegaskan tujuannya membuat laporan bukan untuk memperpanjang masalah, melainkan memberi pembelajaran agar tidak menyebarkan hoaks.

“Saya ini bukan bagian dari mafia sepak bola, saya ini korban mafia. Saya melihat terlapor ini sudah meminta maaf, tentu saya maafkan, dan saya cabut laporannya,” kata Andre.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI sekaligus Penasihat Semen Padang FC Andre Rosiade menunjukkan serangan personal dan pencemaran nama baik keluarga saat tiba di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (8/8/2025). Foto: Febria Adha Larasati/kumparan