Andre Rosiade: Gue Enggak Akan Biarkan Masyarakat Terjerumus Maksiat

kumparanNEWSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Juru Bicara BPN, Andre Rosiade Foto: Jodi Hermawan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Juru Bicara BPN, Andre Rosiade Foto: Jodi Hermawan/kumparan

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dari Gerindra, Andre Rosiade, mengungkap kasus prostitusi online di Kota Padang, Sumatera Barat.

Namun isu soal pengungkapan kasus prostitusi itu bergulir dan menyudutkan Andre Rosiade.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Gerindra Sumbar itu diduga menjebak kemudian menggerebek wanita pekerja seks itu di salah satu kamar hotel di Kota Padang.

Namun, Andre Rosiade membantah telah melakukan penjebakan dan penggerebekan. Ia menyatakan dalam kasus ini hanya menyuarakan aspirasi dari masyarakat yang resah mengenai adanya praktik prostitusi.

“Dan yang perlu diketahui, gue hanya menyalurkan aspirasi masyarakat ke pihak kepolisian. Yang mengungkap itu kan pihak kepolisian,” kata Andre di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (6/2).

collection embed figure

Andre mengatakan tindakannya itu dilakukan karena tidak ingin praktik prostitusi di wilayah Padang marak. Apalagi, lanjut dia, jenis prostitusi online sudah menjamur dan sangat membahayakan generasi muda.

“Sekarang pertanyaan gue, prostitusi online kan pakai nih, handphone. Yang dipegang anak SMP, SMP. Bisa saja anak SMP dan SMA itu menjadi korban karena ekonomi atau karena handphone, pakaian, tergoda,” kata dia.

“Atau anak SMP atau SMA yang duitnya banyak kemudian aplikasi ini mudah untuk mendapatkan pelayanan prostitusi dia tergoda menjadi pemakai, bisa,” tambahnya.

Andre Rosiade di Kertanegara, Jakarta Selatan. Foto: Raga Imam/kumparan

Oleh sebab itu, kata dia, sebagai wakil rakyat ia tak ingin membiarkan hal itu terjadi di generasi muda.

“Apakah gue membiarkan masyarakat gue terjerumus ke maksiat dan masyarakat sudah melaporkan. Nah ini bagian dari amar ma'ruf nahi munkar. Jadi kalau ada yang mau memaki, mencaci, membuli, ini risiko perjuangan,” imbuh ketua DPD Gerindra Sumbar ini.

Menanggapi rencana pemanggilan DPP Gerindra untuk meminta penjelasan mengenai hal itu, Andre mengaku siap kapan pun jika diminta untuk menjelaskan apa motivasinya membongkar kasus prostitusi di Padang yang viral itu.

“Ini gue bekerja sebagai anggota DPR. Tapi tentu sebagai kader yang taat, loyal dan patuh sama partai, pimpinan memanggil, insyaAllah Andre Rosiade akan hadir memenuhi panggilan,” pungkasnya.

X post embed

Andre Rosiade sebelumnya membagikan video saat dirinya mengungkap prostitusi online di Padang melalui akun twitternya @andre_rosiade. Namun, belakangan aksi Andre ini diprotes berbagai pihak karena menilai ada unsur penjebakan yang sengaja dilakukan Andre.

“Saya bersama aparat kepolisian, membongkar kegiatan praktik prostitusi online di salah satu hotel di Kota Padang. Ini ke depan harus menjadi pelajaran dan bahan evaluasi bagi kita. Ini bukan PR polisi saja. Namun PR kita semua. Baik pemerintah kota dan provinsi, juga seluruh elemen masyarakat di Padang khususnya dan Sumatera Barat pada umumnya,” tulisnya dalam postingan twitter yang diunggah berita video penggerebekan, Senin (27/1).

Lalu, Andre juga mengingatkan agar saling bekerja sama untuk memberantas penyakit masyarakat. “Mari kita saling bekerja sama memberantas penyakit masyarakat seperti prostitusi dan kegiatan yang meresahkan lainnya di Sumatera Barat,” katanya.