Andre Rosiade Puji Gibran di Solo: Tak Banyak Pencitraan, Kerjanya Konkret
·waktu baca 2 menit

Putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, resmi mendaftarkan diri sebagai cawapres mendampingi capres dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto. Menurut Ketua DPP Gerindra, Andre Rosiade, ada beberapa alasan mengapa parpol koalisi KIM sepakat memilih Gibran, salah satunya karena kinerjanya di Solo.
"Mas Gibran punya kemampuan, faktanya itu jauh lebih hebat daripada yang, mohon maaf, lebih senior," ucap Andre dalam talkshow kumparan, Info A1, yang tayang Kamis (26/10) malam.
Ia memberikan contoh, saat Gibran baru dilantik sebagai Wali Kota Solo, ekonomi Solo masih minus 1,74%. Namun, kata Andre, hanya dalam waktu dua tahun saja, di akhir 2022, ekonomi Solo sudah mencapai 6,25% atau di atas rata-rata ekonomi nasional yang hanya 5,3%.
"Kita tahu Solo itu di atas Semarang, di atas Provinsi Jawa Tengah, dan Solo itu kota kecil, hanya 44 km persegi kalau tidak salah, yang hanya hidup dari pariwisata, retribusi, dan pajak. Dia enggak ada pertanian, enggak ada peternakan, enggak ada tambang," beber Andre.
"Jadi Gibran Rakabuming Raka mungkin tidak banyak pencitraan tapi faktanya kerjanya konkret, real," tegasnya.
Selain itu, lanjut Andre, KIM menilai Gibran adalah sosok pendamping terbaik bagi Prabowo karena dianggap bisa memastikan rekonsiliasi yang sudah terjalin di 2019 lalu. Usai Pilpres 2019, Jokowi dan Prabowo yang tadinya merupakan rival politik, tiba-tiba bersatu setelah Prabowo menerima pinangan sebagai Menteri Pertahanan.
"Itu pilihan yang tepat bahwa Pak Prabowo maju bersama Mas Gibran dalam rangka memastikan rekonsiliasi yang dibangun Pak Jokowi bersama Pak Prabowo bisa berlanjut untuk menjaga persatuan, dan mengakhiri politik polarisasi cebong dan kampret yang di masa lalu itu begitu luar biasa memecah belah kita," pungkasnya.
Tonton cerita lengkap Andre Rosiade soal alasan KIM meminang Gibran menjadi cawapres Prabowo dalam video Info A1 berikut:
