Andy Burnham Resmi Jadi Perdana Menteri Inggris

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Raja Charles III berpose dengan Perdana Menteri Inggris yang baru, Andy Burnham, selama audiensi di Istana Buckingham, London, Inggris, Senin (20/7/2026). Foto: Toby Shepheard / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Raja Charles III berpose dengan Perdana Menteri Inggris yang baru, Andy Burnham, selama audiensi di Istana Buckingham, London, Inggris, Senin (20/7/2026). Foto: Toby Shepheard / AFP

Raja Charles III resmi menunjuk Andy Burnham sebagai Perdana Menteri Inggris pada Senin (20/7), setelah Keir Starmer menyerahkan pengunduran dirinya.

Burnham menerima mandat sang raja untuk membentuk pemerintahan baru.

"Andy Burnham menerima tawaran Raja dan secara resmi dilantik sebagai Perdana Menteri," demikian pernyataan Istana Buckingham, dikutip dari AFP.

Istana juga menyebut Raja Charles III telah meminta Burnham membentuk pemerintahan berikutnya.

Ia menjadi perdana menteri keenam yang menempati Downing Street sejak 2016.

Burnham, yang sebelumnya menjabat Wali Kota Greater Manchester dan dijuluki "King of the North", dipilih Partai Buruh untuk menggantikan Starmer.

Menurut laporan Reuters, anggota parlemen Partai Buruh meyakini Burnham merupakan sosok yang mampu membendung meningkatnya dukungan terhadap Partai Reform UK pimpinan Nigel Farage.

Burnham Janjikan Cara Baru Memimpin Inggris

Burnham mengatakan Inggris membutuhkan pendekatan baru setelah satu dekade dilanda gejolak politik.

"Apa yang selama ini kita lakukan tidak berhasil. Begitulah cara saya melihatnya. Saya akan mencoba melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda," ujar Burnham dalam wawancara dengan The Times.

Dalam pidato perdananya di Downing Street, Burnham akan menekankan pentingnya menghadirkan politik yang lebih stabil dan memulihkan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Andy Burnham tersenyum saat meninggalkan 'Konferensi Khusus' Partai Buruh di mana ia dikukuhkan sebagai pemimpin baru Partai Buruh dan perdana menteri negara berikutnya, di pusat kota London, Inggris, Jumat (17/7/2026). Foto: Toby Shepheard / AFP

Ia juga berjanji mengambil langkah cepat untuk membantu masyarakat menghadapi krisis biaya hidup.

"Saya akan mengambil pendekatan berbeda terhadap belanja publik dan pengelolaan ekonomi, lebih fokus pada investasi sejak awal, intervensi dini, menyiapkan masyarakat untuk sukses, dan jauh lebih sedikit membayar akibat kegagalan," katanya.

Burnham menambahkan, selama kampanye ia banyak mendengar langsung keluhan warga mengenai tekanan ekonomi yang mereka rasakan.

Starmer Tinggalkan Downing Street

Sebelum Burnham dilantik, Keir Starmer menyampaikan pidato perpisahan di depan Downing Street.

Ia mengeklaim meninggalkan Inggris dalam kondisi yang lebih baik dibanding saat mulai menjabat dua tahun lalu.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer berjalan bersama istrinya Victoria Starmer setelah menyampaikan pernyataan pengunduran diri di luar 10 Downing Street, London, Inggris, Senin (20/7/2026). Foto: Kevin Coombs/REUTERS

"Saya yakin Inggris kini lebih kuat dan lebih adil dibanding dua tahun lalu," kata Starmer, dilansir AFP.

"Saya pergi dengan lapang dada, dengan senyuman, dan dengan rasa bangga atas semua yang telah kami capai," tambahnya.

Temui Raja Charles di Istana Buckingham

Usai pidato tersebut, Starmer menuju Istana Buckingham untuk menyerahkan pengunduran dirinya kepada Raja Charles III.

Raja Charles III menyambut Perdana Menteri Inggris yang akan segera mengundurkan diri Keir Starmer di Istana Buckingham, London, Senin (20/7/2026). Foto: Aaron Chown/Pool via REUTERS

Tak lama kemudian, Burnham diterima Raja Charles III untuk diminta membentuk pemerintahan baru.

Burnham langsung dihadapkan pada tantangan berat, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang lesu, tingginya utang pemerintah, membengkaknya anggaran kesejahteraan, hingga tekanan akibat perang Iran-AS yang memicu gejolak harga energi global.

Pemerintahan barunya juga akan menjadi sorotan karena hanya memiliki waktu sekitar tiga tahun untuk membuktikan kinerjanya sebelum pemilu berikutnya yang diperkirakan digelar pada 2029.