Anggara Buronan Militer Filipina Pamit ke Orang Tua Pergi ke Hongkong

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

WNI terduga teroris di Marawi (Foto: Dok. PNP)
zoom-in-whitePerbesar
WNI terduga teroris di Marawi (Foto: Dok. PNP)

Militer Filipina menetapkan 7 WNI menjadi buronan terkait serangan ISIS di Kota Marawi. Salah satu WNI yang menjadi buronan militer Filipina adalah Anggara Suprayogi.

Rabu (31/5), kumparan (kumparan.com) mendatangi rumah kontrakan Anggara Suprayogi di Kelurahan Cibodas, Cibodas, Kota Tangerang. Anggara diduga bergabung dengan Kelompok Maute yang terafiliasi dengan ISIS dalam menguasai Kota Marawi, Filipina.

Berdasarkan kesaksian Ketua, Yaya, Anggara memang mengontrak untuk ditempati bersama istrinya. Yaya sempat menanyakan kabar Anggara ke orang tuanya karena hampir sebulan tidak pernah terlihat.

[Baca juga: 7 WNI Dicari Militer Filipina karena Terkait Penyerangan Marawi]

Dari cerita orang tua Anggara kepada Yaya, Anggara sudah sebulan pamit pergi ke Hongkong. Ia pergi karena alasan perintah kerja dari perusahaan tempatnya bekerja untuk menyuplai logisltik makanan untuk masyarakat muslim di Hongkong.

"Udah sebulan yang lalu gak nampak, pas saya tanya ke orang tuanya kan saya biasa ngobrol katanya Anggara pergi ke Hongkong kurang lebih sebulan yang lalu, ditugasin sama perusahannya buat menyuplai logistik makanan buat warga muslim di sana," cerita Yaya.

[Baca juga: Ditjen Imigrasi Siap Bantu Buru 7 WNI Terduga Teroris di Marawi]

Yaya menambahkan, Anggara jarang pergi ke luar negeri selama ini. "Kalau sering ke luar negeri enggak juga baru kemarin itu," imbuh Yaya.

Rumah kontrakan Anggara (Foto: Kelik Wahyu/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Rumah kontrakan Anggara (Foto: Kelik Wahyu/kumparan)

Anggara merupakan duda satu anak yang telah menikah dengan seorang wanita dari Bangka Belitung. Kini bersama istrinya dia membuka usaha jasa bekam dan rukiyah.

"Di kontrakannya dia buka praktik bekam dan rukiyah ya sama istrinya yang baru itu," pungkas Yaya.

Ketika disambangi, rumah kontrakan Anggara nampak kosong. Di kediaman orang tua Anggara pun tidak ada pihak keluarga yang bersedia memberi keterangan.

Pemerintah Filipina telah mengumumkan ada 7 WNI yang jadi buronan. Wajah mereka terpampang di berbagai tempat di Filipina.

Rumah kontrakan Anggara (Foto: Kelik Wahyu/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Rumah kontrakan Anggara (Foto: Kelik Wahyu/kumparan)

Daftar WNI itu yakni:

1. Al Ikhwan Yushel

Al Ikhwan lahir di Palembayan, Sumatera Barat, 1 November 1991. Dia tiba di Filipina pada akhir Maret 2017 lalu.

2. Yayat Hidayat Tarli

Lahir di Kuningan pada 25 April 1986. Dia tiba di Manila pada 15 April 2017 bersama Anggara Suprayogi.

3. Anggara Suprayogi

Lahir di Tangerang pada 26 Desember 1984. Dia tiba di Manila pada 15 April 2017 bersama Yayat Hidayat Tarli

4. Yoki Pratama Windyarto

Lahir di Banjarnegara, 17 September 1995. Dia tiba di Manila pada 3 Maret 2017

5. M Jaelani Firdaus

Dia tiba di Manila pada 21 Februari 2017. Dia datang bersama M Gufron

6. M Gufron

Tiba di Manila pada 21 Februari bersama M Jaelani Firdaus

7. M Ilham Syahputra

Tiba di Manila pada November 2016