Anggaran Rumah DP Rp 0 Dipangkas, Pemprov DKI Akan Kerja Sama Swasta

DPRD DKI memangkas anggaran pembangunan rumah DP Rp 0 dari Rp 2 triliun menjadi Rp 500 miliar. Kepala Dinas Perumahan DKI Jakarta, Kelik Indrianto, mengatakan, untuk mengantisipasi pemangkasan itu, pihaknya akan meningkatkan kerja sama dengan pihak swasta.
"Kondisi ini memacu kami agar dari sektor swasta mana, yang mau bergabung lagi. Kami mau memetakan dulu nih, swasta mana yang mau mendukung pembangunan ini," kata Kelik di Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (29/11).
Kelik memastikan program pembangunan rumah DP Rp 0 akan tetap berjalan. Untuk itu, pihaknya akan tetap membuka pendaftaran pembelian rumah DP Rp 0 bagi masyarakat.
"Itu masih jalan terus. (Tahun) 2020 karena belum selesai saja. Itu tetap jalan terus. Pembangunan ada terus. Jadi semangat kami pendaftaran kami akan terima," kata dia.
Namun, Kelik tak memungkiri pengurangan anggaran dapat berimbas terhadap jumlah hunian yang dibangun di 2020. Meski ia tak merinci berapa unit yang dapat dibangun dengan anggaran Rp 500 miliar.
"Yang untuk APBD rusunawa itu sudah sesuai target. Tapi yang DP 0 perlu ditambah lagi. Tapi dengan kondisi keuangan DKI yang defisit, ya tetap kami terima anggaran tersebut," ucap Kelik.
Lebih lanjut, Kelik masih berharap adanya penambahan anggaran rumah DP Rp 0 dalam RAPBD yang masih dibahas DPRD DKI. Terlebih, rumah DP Rp 0 menjadi salah satu program prioritas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Iya itu prioritas Gubernur. (Anggaran) DP nol rupiah perlu ditambah lagi," tutupnya.
Sebelumnya, pemangkasan anggaran rumah DP Rp 0 untuk dapat menghindari defisit anggaran. Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi menuturkan pengurangan dana rumah DP 0 dilakukan lantaran rancangan KUA-PPAS 2020 mengalami defisit.
“(Rumah) DP Rp 0 kan uangnya belum dipakai. Nah, kita serut (pangkas) ngabisin Rp 1 triliun dari 2 triliun. Ternyata pas kita pertemukan antara SKPD dengan kita, Banggar, dewan, dia (Pemprov DKI) bisa menyerutkan seperti biaya subsidi. Nah, akhirnya kita surplus,” ungkap Prasetio, Kamis (28/11).
