Anggota DPR Minta RT/RW di Jakarta Kontrol Pemudik dari Kampung

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengendara motor menggunakan masker melintas disamping mural bergambar protokol kesehatan COVID-19 di jalan Roda 2 Gang Mesin RT 01/01, Kelurahan Babakan Pasar, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/10/2020).  Foto: ARIF FIRMANSYAH/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Pengendara motor menggunakan masker melintas disamping mural bergambar protokol kesehatan COVID-19 di jalan Roda 2 Gang Mesin RT 01/01, Kelurahan Babakan Pasar, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (11/10/2020). Foto: ARIF FIRMANSYAH/ANTARA FOTO

Anggota Komisi IX DPR RI Darul Siska meminta pemerintah menyiapkan antisipasi menghadapi arus balik lebaran. Hal itu guna mencegah terjadinya lonjakan penularan COVID-19.

Darul Siska menilai, kali ini dibutuhkan upaya lebih di banding sebelumnya. Seperti dengan melakukan pemeriksaan di titik-titik penyekatan secara konsisten.

"Sekarang sudah ada satgas-satgas kan untuk penyekatan saya kira itu tinggal dilaksanakan secara konsisten saja. Karena buktinya kemarin waktu penyekatan yang mudik itu banyak yang lolos. Kalau bisa untuk kembali ke ibu kota itu jangan sampai ada yang lolos lagi dong," kata Darul, Senin (17/5).

kumparan post embed

Tak hanya itu, Darul meminta dari tingkat RT dan RW harus lebih tegas lagi melakukan pengawasan. Dia mengusulkan mereka harus mengecek kesehatan para masyarakat yang baru mudik dari kampung.

Jika terdapat indikasi positif COVID-19, sudah seharusnya masyarakat tersebut diisolasi.

"Saya kira RT-RW di Jakarta harus bersiap-siap untuk mengontrol warga yang baru masuk di wilayahnya. Untuk mengecek mereka punya hasil pemeriksaan," ucap politisi Golkar itu.

"Kalau belum, mereka segera diperiksa dan kalau perlu diisolasi saja. Kalau memang mereka ada indikasi kena virus," tutur dia.

kumparan post embed

Sebelumnya. meski sudah ada larangan mudik yang diberlakukan pemerintah sejak 6 hingga 17 Mei 2021, masih ada saja masyarakat yang nekat untuk mudik di tengah pandemi.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bahkan menyebut ada 1,5 juta masyarakat Jakarta yang nekat mudik.