kumparan
12 Desember 2019 16:35

Anggota Komisi III Pantau Sidang Lutfi, Tersangka Demo Rusuh di DPR

LIPSUS Aksi Ganas Polisi, demo di depan Gedung DPR
Suasana saat mahasiswa dipukul mundur oleh polisi saat demo di depan Gedung DPR, Selasa (24/9/2019). Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan
Anggota Komisi III dari Fraksi Demokrat, Didik Mukrianto, ikut memantau sidang Dede Lutfi Alfiandi. Lutfi merupakan salah satu tersangka kasus demo mahasiswa dan STM berujung kerusuhan di Gedung DPR pada September 2019.
ADVERTISEMENT
Sidang Lutfi rencananya digelar hari ini di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Selain Lutfi, ada sejumlah tersangka lainnya yang akan menjalani persidangan.
Menurut Didik, kehadirannya untuk memastikan proses peradilan dan pemenuhan hak bagi Lutfi dan tersangka lain berjalan sesuai dengan aturan.
"Kami dari Komisi III, saya ingin memastikan bahwa persidangan ini berjalan seusai dengan rule yang ada, dan tidak ada sedikit pun hak-hak bagi para terdakwa ini yang diabaikan pengadilan," kata Didik sesaat sebelum persidangan dimulai, Kamis (12/12).
Anggota Komisi III dari Fraksi Demokrat, Didik Mukrianto
Anggota Komisi III dari Fraksi Demokrat, Didik Mukrianto (kiri), ikut memantau sidang Dede Lutfi Alfiandi di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Foto: Adhim Mugni Mubaroq/kumparan
Ia mengaku telah berkomunikasi dan memberikan dukungan moril kepada Lutfi dan tersangka lainnya. Didik berharap mereka dapat mengikuti persidangan dengan baik.
"Ini masyarakat kita, satu hal saya ingin memberikan support pada Lutfi dan kawan-kawan semuanya, bahwa ini adalah ruang yang tepat untuk mereka untuk mencari keadilan," tuturnya.
LIPSUS Aksi Ganas Polisi, Demo mahasiswa di depan Gedung DPR
Salah satu mahasiswa terjatuh terkena semprotan dari mobil water canon polisi saat demo di depan Gedung DPR, Selasa (24/9/2019). Foto: REUTERS/Willy Kurniawan
Terkait dengan kasus yang menimpa Lutfi, Didik menyerahkannya kepada pengadilan. Sebab dalam proses peradilan selalu menimbulkan dua perspektif dari sisi korban dan penegakan hukum.
ADVERTISEMENT
"Pertama, pasti dari korban. Apa yang dirasakan korban, apa yang dilakukan korban dan perspektif penegak hukum. Tentu dua perspektif ini berbeda, maka ketika kita sudah beda dalam perspektif, maka alat ujinya di pengadilan ini," pungkasnya.
LIPSUS, UU KEBUT SEBULAN, Foto udara Demo Mahasiswa di Depan Gedung DPR RI
Suasana demo mahasiswa di depan gedung DPR RI, Jakarta Pusat, pada Selasa (24/9/2019). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
Sosok Lutfi pernah menjadi perbincangan karena fotonya saat memegang bendera Merah Putih di tengah demo di DPR viral di media sosial. Dalam demo berujung rusuh itu, Lutfi ditangkap.
Banyak pihak menilai, polisi menangkap Lutfi tanpa alasan. Namun polisi menyatakan, Lutfi telah melanggar hukum saat demo.
Dalam berkas kepolisian, dinyatakan Lutfi bukan anak STM atau SMK seperti pendemo lainnya. Ia menyaru dengan menggunakan celana biru seperti seperti pelajar lain. Usianya juga sudah dewasa.
Selain itu, dalam berkas itu tak ada keterangan Lutfi ditangkap lantaran menyelamatkan Bendera Merah Putih. Sebaliknya, Lutfi ikut melempari petugas kepolisian dengan batu dan tak mau dibubarkan hingga pukul 21.00 WIB.
ADVERTISEMENT
Lutfi akhirnya dijerat dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 170 Ayat 1 KUHP dan Pasal 212 jo 214 KUHP dengan ancaman penjara di atas 5 tahun. Selain itu juga dijerat dengan Pasal 218 KUHP dengan ancaman penjara 4 bulan 15 hari.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan