Anggota Komisi III soal Prabowo Mau Buat Tim Reformasi Polri: Kita Dukung
·waktu baca 2 menit

Anggota komisi III DPR RI, Benny K. Harman menanggapi soal Presiden Prabowo Subianto yang akan membentuk tim reformasi kepolisian.
Kata Benny, pihaknya mendukung penuh terkait pembentukan reformasi Polri.
“Kita mendukung. Kita mendukung rencana Bapak Presiden untuk melakukan reformasi institusi kepolisian,” kata Benny K Harman di Makassar, Jumat (12/9).
Menurut Benny, kepolisian harus profesional, akuntabel, dan bisa kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat. Ia menyebut, rencana untuk reformasi Polri sudah ada sejak lama.
“Sebetulnya reformasi (kepolisian) itu cetak birunya sudah ada, pelaksanaannya yang belum,” ucapnya.
Hal senada juga disampaikan anggota Komisi III Nasir Djamil. Anggota Fraksi PKS itu mengatakan, reformasi Polri harus terus bergerak.
Ia menyebut, tiga reformasi yang harus dilakukan Polri yakni reformasi struktural, reformasi instrumental dan reformasi kultural.
“Tapi memang yang paling hari ini masih menjadi pekerjaan rumah adalah soal reformasi kultural. Reformasi kultural Polri memang bukan hal yang mudah. Karena itu sekali lagi, kepada Presiden Prabowo akan diharapkan reformasi kultural yang dalam pandangan kami harus segera disegerakan,” kata Nasir.
Maksud reformasi kultural, menurut Nasir yaitu membentuk kepribadian anggota Polri yang lebih profesional dan betul-betul untuk masyarakat.
“Nah, kultural inilah yang diharapkan bisa membentuk kepribadian polisi yang antisuap, melayani masyarakat dengan sepenuh hati, punya jiwa pengabdian dan kemanusiaan, sehingga polisi benar-benar hadir untuk masyarakat,” ungkapnya.
“Jadi, Polri untuk masyarakat itu diewajantahkan dalam bentuk pengabdian, pelayanan, dan perlindungan,” sambungnya.
Mewakili PKS, Nasir mendukung penuh reformasi institusi polri. Sebab, institusi Polri adalah salah satu pilar keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Itu tidak bisa kita abaikan. Kita tidak bisa bayangkan kalau Polri tidak kita kuatkan, baik struktural, instrumental, maupun kultural. Kalau Polri tidak mampu menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat, bisa bubar Indonesia ini,” tandas dia.
