Anggota Komisi IV Apresiasi Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan KLHK di Jabar

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar, melakukan kunjungan kerja ke Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Majalengka, Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Pancur, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (4/7). Kunjungan itu dalam rangka peninjauan dan supervisi kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL).
Anggota Komisi IV Fraksi PDIP Sutrisno mengapresiasi kunjungan Siti Nurbaya ini.
"Saya sangat mengapresiasi program-program KLHK yang memberdayakan masyarakat. Program KLHK sangat baik dan direspons masyarakat. Dan saya menyaksikan bahwa program KLHK di masa COVID-19 telah berjalan di masyarakat seperti Bank Pesona yang memberdayakan masyarakat," kata Sutrisno.
"Jika rakyat diberdayakan, saya yakin hutan akan dijaga masyarakat, saya mendukung program Bank Pesona untuk diperluas," tambahnya.
Sutrisno menambahkan, selama 10 tahun sempat menjadi Bupati Majalengka, menurutnya, kawasan di sekitar lokasi ini merupakan wilayah bebatuan dan belum tertata secara baik. Bahkan masyarakat belum menjamah wilayah itu.
“Majalengka secara umum mempunyai lokasi-lokasi yang strategis dikembangkan untuk wisata alam. Dia mengapresiasi kebijakan Presiden Jokowi yang memberikan akses kepada masyarakat untuk pemanfaatan hutan,” ucap Sutrisno.
Sementara Menteri LHK Siti Nurbaya menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas dukungan Komisi IV DPR yang diberikan kepada KLHK. Siti meminta kepada jajarannya terus meningkatkan keberhasilan upaya rehabilitasi lahan dengan melibatkan masyarakat.
"Masyarakat harus diberikan keuntungan secara ekonomi dari menanam pohon," kata Siti dalam keterangan tertulisnya, Minggu (5/7).
Siti Nurbaya menjelaskan, pemerintah tengah menyelesaikan peraturan terkait nilai ekonomi karbon dengan beberapa kementerian/lembaga lainnya.
"Kegiatan RHL ini ada aspek ekonominya, yaitu dari karbon. Masyarakat harus diberi tahu menanam pohon bisa mendapat keuntungan ekonomi dari karbon, KLHK harus selalu hadir untuk masyarakat di dalam dan sekitar hutan," ucap Siti.
Terlebih, di masa pandemi COVID-19 hingga masa transisi menuju akhir COVID-19, kegiatan RHL dapat menjadi sarana kerja masyarakat. Dengan begitu mereka bisa mendapatkan penghasilan.
"RHL yang dilakukan melalui vegetatif, penanaman pohon atau melalui kegiatan konstruksi sederhana bangunan konservasi tanah dan air. Seperti dam penahan juga gully plug sebagai penjagaan tebing dari longsor dan erosi besar," tutur Siti.
Sementara Plt Direktur Jenderal PDASHL, Hudoyo, mengatakan RHL terus dilakukan oleh KLHK demi mengatasi krisis lahan. RHL di Pulau Jawa telah dilaksanakan kurun waktu 2015-2019 seluas 354.183 hektar.
RHL itu terdiri di dalam kawasan hutan (lindung dan konservasi) seluas 79.667 hektar dan RHL insentif di luar kawasan hutan seluas 274.515 hektar melalui kegiatan KBR sebanyak 2.407 unit (78,8 juta batang), KBD sebanyak 57 unit (3,4 juta batang), serta bibit dari persemaian permanen sebanyak 60,4 juta batang, dan bibit produktif sebanyak 5,1juta batang.
Selain RHL, dalam menangani lahan kritis, sangat berpengaruh dengan menguatnya daya dukung DAS dan mengurangi kejadian bencana hidrometeorologi. Dalam upaya pemulihan lahan kritis di Pulau Jawa, agar dilaksanakan baik secara fisik melalui kegiatan RHL maupun pembuatan bangunan sipil teknis maupun dengan membangun kesadaran dan peran masyarakat, pemerintah daerah dan swasta.
"Upaya RHL ini juga terbukti dapat menyerap tenaga kerja. Kegiatan-kegiatan dalam upaya pemulihan lahan kritis tahun 2020 di BPDASHL se-Jawa akan menyerap sebanyak 1,38 juta HOK dengan nilai sebesar Rp 110,9 miliar. Nilai tersebut akan menjadi penerimaan langsung bagi masyarakat sekitar lokasi kegiatan," kata Hudoyo.
Beberapa kegiatan RHL KLHK juga dilakukan untuk mendukung program pembangunan prioritas di antaranya seperti penghijauan di Destinasi wisata Borobudur dan New Yogya Airport International, Kulonprogo.
Sedangkan mengenai potensi ekowisata di Kabupaten Majalengka seperti yang diminta oleh anggota DPR RI Sutrisno, Siti Nurbaya menyatakan dirinya menyetujui hal itu. Bahkan di masa transisi PSBB, dirinya telah menyetujui untuk pembukaan 29 kawasan wisata konservasi (taman nasional, taman suaka alam, dan suaka margasatwa) secara bertahap di seluruh Indonesia dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan bagi para wisatawan yang berkunjung.
Dalam kunjungan itu, turut mendampingi Sekjen LHK, Bambang Hendroyono, Plt Dirjen Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (DASHL) Hudoyo, Kepala Badan P2SDM Helmi Basalamah, anggota Komisi IV DPR RI, Sutrisno.
Kemudian Kepala Biro Humas KLHK, Direktur Perbenihan, Kepala BPDAS se-Jawa, Kepala BBKSDA Jabar, perwakilan Dinas Kehutanan Jabar, perwakilan Perum Perhutani, dan perwakilan kelompok tani hutan.
