Anies: 1.900 Pasien COVID-19 Antre Masuk Kamar, 1.400 Orang Nunggu Masuk IGD
ยทwaktu baca 2 menit

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyoroti kasus warganya yang meninggal dunia saat sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah akibat COVID-19.
Anies mengakui dalam beberapa waktu terakhir terjadi lonjakan pasien positif COVID-19 yang datang ke rumah sakit. Namun, mereka tidak dapat dilayani karena penuh.
"Banyak sekali selama beberapa minggu ini masyarakat yang datang ke rumah sakit tetapi rumah sakit dalam posisi yang penuh," ucap Anies di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin (19/7).
Ia mengungkapkan kejadian ini terjadi hampir di semua fasilitas kesehatan yang menangani pasien COVID-19. Antrean pasien yang panjang hingga ribuan orang membuat mereka akhirnya memilih melakukan isoman di rumah.
"Jadi yang mengantre, yang berada di IGD, menunggu bisa masuk kamar itu sekitar 1.900 orang. Lalu yang mengantre untuk bisa masuk IGD ada di lorong-lorong Puskesmas di rumah-rumah itu bisa sampai sekitar 1.400 orang, karena keterbatasan kapasitas rumah sakit," ungkap Anies.
Maka dari itu, pemerintah sudah berupaya menambah fasilitas perawatan maupun isolasi agar bisa menampung lebih banyak pasien corona, seperti membuka Wisma Haji, Rusun Pasar Rumput hingga Rusun Nagrak. Terutama bagi mereka yang membutuhkan pengobatan lebih lanjut karena bergejala.
Selain itu, Anies meminta warga yang isoman untuk melapor ke RT dan RW setempat agar bisa dipenuhi kebutuhan sehari-seharinya sambil isoman di rumahnya. Sehingga warga yang isoman juga dapat perawatan terbaik dan tak perlu ke rumah sakit yang kondisinya sudah padat.
"Apabila merasakan gejala memerlukan bantuan bagi yang bersangkutan mohon untuk bisa mengabari kepada ketua RT, [ketua] RW, gugus tugas. Kami pun menugaskan kepada lurah, camat untuk mengidentifikasi semua orang di wilayahnya yang sedang isolasi mandiri, sehingga mereka kebutuhan pokoknya terpenuhi, kebutuhan obatnya terpenuhi,"\ pungkasnya.An
