Anies Bagikan 5.000 Masakan Bintang Lima dari Olahan Daging Kurban

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membagiksn secara simbolis makanan yang dibuat dari olahan daging kurban. Pembagian makanan ini merupakan program Dapur Kurban yang diselenggarakan Pemprov DKI Jakarta dalam rangka hari raya Idul Adha 1440 Hijriah.
Dalam kesempatan itu, Anies bersama istrinya Fery Farhati ikut memasak daging bersama Chef Ragil. Ketiganya tampak mengaduk sayur babanci khas Betawi, yang nantinya dibagikan ke masyarakat prasejahtera.
Anies mengatakan, pembagian daging kurban dalam bentuk siap santap akan memudahkan masyarakat prasejahtera menikmati daging kurban. Sebab, daging kurban yang dibagikan dalam bentuk mentah berpotensi basi jika tidak langsung diolah oleh penerimanya.
“Ini kita menghindari potensi daging sampai ke penerima, kemudian tidak bisa langsung diproses ada potensi basi. Kedua, ketika mereka nerima daging belum tentu mereka siap memasak dan belum tentu tersedia bumbu-bumbunya,” kata Anies di Lenggang Jakarta, kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin (12/8).
Tak hanya itu, Anies juga menilai masyarakat harus mengeluarkan kocek lagi untuk membeli bumbu-bumbu jika mengolah dagingnya sendiri.
“Bukan tidak mungkin biaya untuk memasaknya justru menambah pengeluaran ekstra bagi mereka. Karena itu, lewat program Dapur Kurban ini kita menyajikan kepada masyarakat yang berhak,” ujar Anies.
Daging kurban yang dimasak untuk program Dapur Kurban berasal dari hewan yang dipotong di Rumah Potong Hewan Dharma Jaya. Daging tersebut kemudian dikirimkan ke beberapa hotel yang terlibat untuk diolah menjadi santapan.
Bekerja sama dengan sejumlah hotel di Jakarta bertujuan menyajikan santapan siap saji ala hotel bintang lima. Hotel-hotel yang ikut berpartisipasi dalam program ini adalah Hotel Borobudur, Hotel Grand Cempaka, Hotel Aston Pluit, Hotel Shangri La, dan Hotel Dharmawangsa.
Total ada 5.000 boks yang dibagikan dalam kegiatan tersebut. Pemprov DKI menyalurkannya ke sembilan kelurahan, antara lain Kelurahan Manggarai, Kampung Melayu, Tanah Tinggi, Jatipulo, Jembatan Besi, Keagungan, Kapuk, Penjaringan, Kalibaru, dan beberapa RW di Kepulauan Seribu.
Olahan daging khas hotel bintang lima ini diberikan dalam bentuk nasi boks. Selain itu, daging kurban juga dibagikan ke beberapa yayasan, masjid, dan panti asuhan dalam bentuk kornet atau rendang kalengan.
